Jangan Hidup Hanya untuk Memenuhi Ekpektasi Orang Lain!

  • Bagikan
Happy. Foto: internet

Fenesia – Hidup pasti akan selalu bertemu dengan ekspektasi dan realita. Ketika ekspektasi yang  diinginkan tidak sesuai dengan realita, jangan sampai kamu tidak menjadi diri sendiri hanya karena ingin memenuhi ekpektasi orang lain.

Namanya juga manusia, hidup pasti akan selalu berdampingan dengan orang lain. Gagal itu hal yang wajar, namun lebih tidak wajar lagi ketika kita berubah haluan apabila hidup karna mimpi orang lain. Kesenangan itu gratis lo feeners, jadi kapan dong kamu mau menyenangi diri sendiri?

Setiap manusia pasti berproses, tergantung bagaimana kita dapat menghadapinya. Katanya be yourself, tapi kok masih ingin tampil sempurna karna orang lain? Feeners lupa cara untuk bahagia? Yuk, simak kiat-kiat bahagia dan lepas dari ekspektasi orang lain!

Kamu Melakukan Suatu Hal, tapi Motivasinya Apa?

Motivasi. Foto: internet

Nah, sebelum kamu melakukan sesuatu hendaknya dipirkan terlebih dahulu apa motivasi atau tujuannya. Coba deh kamu jujur pada diri sendiri, ketika kamu melakukan hal itu apa sih keuntungannya bagi diri kamu. Kalau hasilnya tidak memberi keuntungan bagi kamu, kenapa sih tetap dilakukan?

Coba deh, logika sama feeling kamu itu berkompromi. Pasti bisa kan feeners? Tapi kalau kamu tetap ingin melakukan sesuatu itu, kamu harus siap dong dengan segala konsekuensinya. Ingat! Harus belajar jadi pribadi yang bertanggung jawab ya!

Kewajiban Kamu Sebenarnya Hanya untuk Kamu!

Bahagia. Foto: internet

Pasti feeners pernah marah dong kalau telat ke sekolah, trus dilarang masuk sama guru? Kalau dikaji lagi, ini sebenernya adalah kesalahan kita karna tidak menjalankan kewajiban. Kamu pasti ikut-ikutan membrontak ke guru karna teman-teman yang lain juga begitu.

Sadar gak sih, kalau perbuatan itu sebenarnya untuk nutupin kesalahan orang lain? Secara gak langsung, ekpektasi yang kamu punya bakalan tergeser sama ekpektasi orang lain. Daripada melampiaskan emosi dengan bertindak merugikan, lebih baik ubah mindset mu kalau hidup kamu ya punya kamu.

Biasanya nih ya kalau kamu ngikutin ekpektasi orang lain, kebaikan yang kamu punya bakalan ketutup. Asal untuk kebaikan diri kamu, kamu berhak kok untuk berani dan hidup untuk pengalaman yang baru demi kebaikan kamu. Put Yourself First!

Reflection!

Refleksi Diri. Foto: internet

Kualitas kamu adalah bagaimana diri kamu mampu bersikap dan menempati diri sendiri. Look in the mirror. Your attitude reflects you and your life. Hal yang kamu bicarakan kepada dirimulah yang bisa membangun sekaligus bisa menghancurkanmu.

Bersikap baiklah kepada siapa pun, walaupun dalam keadaan tidak baik. Coba lakukan dialog internal dengan diri kamu sendiri. ‘Kalau aku gini, pasti orang lain juga gini ya ke aku’. Kadang kamu bisa lebih buruk lagi ketika mengikuti ekspektasi orang lain. Tapi, ekpektasi kamu sendiri juga bisa menjadi penyelamat bagi kamu. Be yourself!

Speak Up!

Kuat. Foto: internet

Kamu diberikan kebebasan untuk berbicara. Apabila kamu merasa tidak nyaman dan tertindas, kamu bisa mengatakannya. Malahan, lebih buruk lagi kalau kamu masih ngikutin orang lain. Satu sisi kamu mungkin dengan cara itu bisa dekat dengan orang lain, namun di sisi lain kamu tidak mendapatkan kenyamanan diri.

Kamu bisa belajar membuat batasan-batasan dengan orang lain. Tapi, jangan terlalu berlebihan karna tidak baik juga. Karna selama kita masih hidup, kita masih butuh orang lain. Kalau rasanya sudah mengancam diri kamu, kamu bisa untuk speak up dan suruh mereka berhenti melakukannya!

Mulai sekarang, coba cari kenyamanan diri dan mereka yang tidak mengatur hidup kamu. Karna hidup hanya sekali, sangat sayang kalau kamu belum sempat bahagia! See you and Love Yourself!

  • Bagikan