Atlanta – Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina akan berlangsung di Atlanta Stadium, Amerika Serikat, pada Kamis (16/7/2026), untuk memperebutkan tiket menuju partai final turnamen tersebut.
Dilansir dari Tribunnews, laga ini tidak hanya menjadi penentu nasib kedua tim, tetapi juga akan menjadi ajang adu nyanyian suporter yang merepresentasikan budaya pendukung masing-masing negara.
Kemenangan Inggris akan memicu para pendukung untuk menyanyikan lagu Wonderwall milik Oasis dan Hey Jude karya The Beatles yang telah menjadi identitas mereka sepanjang kompetisi.
Sebaliknya, keberhasilan Argentina menyingkirkan tim lawan akan diikuti dengan chants khas Albiceleste yang mengagungkan Lionel Messi sekaligus menyindir rival mereka.
Bagi pelatih Thomas Tuchel, pertandingan ini menjadi ujian krusial untuk membuktikan bahwa filosofi permainannya mampu membawa Inggris meraih gelar juara dunia pertama sejak 1966.
Pengamat sepak bola Gigih W menyatakan bahwa keberhasilan Inggris menembus babak semifinal menunjukkan bahwa strategi Tuchel mulai dapat diterima oleh para pemain di lapangan.
“Thomas Tuchel ini banyak mendapat kritik ya dari media, tapi dengan ke semifinal, filosofi bermainnya cukup diterima oleh pemain Inggris, jadi untuk bukti nyatanya ya juara, karena yang akan ditulis itu bukan yang lolos semifinal tapi siapa yang juara,” kata Gigih W.
Inggris melaju ke semifinal setelah menundukkan Norwegia dengan skor 2-1 melalui dua gol yang dicetak oleh Jude Bellingham.
Pemain berusia 23 tahun tersebut kini telah mengoleksi enam gol dan menyamai catatan Harry Kane sebagai pencetak gol terbanyak bagi Inggris di turnamen ini.
Antusiasme publik terhadap Jude Bellingham bahkan membuat stasiun Bellingham di London mengubah namanya untuk sementara waktu.
Operator West Midlands Railway juga memberikan kebijakan perjalanan gratis bagi penumpang yang memiliki nama depan Jude hingga babak final berakhir.
Di sisi lain, Argentina menyiapkan mentalitas tinggi dengan kemungkinan mengumandangkan chant El que no salta es inglés yang memiliki akar sejarah panjang sejak Perang Falklands tahun 1982.
Pertandingan ini juga menjadi momen bersejarah karena Lionel Messi berpeluang menghadapi Inggris untuk pertama kalinya dalam karier internasionalnya yang telah mencakup lebih dari 200 penampilan.
Meskipun Argentina hanya mencatat tiga kemenangan dari 14 pertemuan historis melawan Inggris, sang kapten menegaskan bahwa timnya tetap fokus pada performa di lapangan.
“Kami terbiasa bermain tanpa memandang siapa lawannya, dan karena kami akan menghadapi tim hebat di semifinal, kami datang dalam kondisi terbaik,” ujar Lionel Messi.
Duel di Atlanta Stadium ini diprediksi akan menjadi pertarungan taktis sekaligus atmosferik yang menentukan siapa yang berhak melanjutkan langkah ke babak penentuan juara dunia.







