Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Indeks utama bursa domestik ini harus ditutup melemah 46,72 poin atau terkoreksi 0,68% ke level 6.858,89.
Sentimen negatif di pasar terlihat dari dominasi saham yang mengalami penurunan. Sebanyak 463 saham melemah, sementara hanya 207 saham yang mampu mencatatkan penguatan dan 151 saham lainnya tidak bergerak.
Mayoritas indeks sektoral menjadi penekan utama laju IHSG. Sebanyak tujuh sektor masuk ke zona merah, dengan sektor kesehatan memimpin pelemahan sebesar 3,51%, disusul sektor perindustrian turun 3,20%, dan sektor infrastruktur terkoreksi 1,50%.
Di sisi lain, pergerakan positif masih tertahan di empat sektor saja. Sektor barang baku mencatatkan kenaikan tertinggi yakni 1,85%, diikuti sektor transportasi sebesar 1,59% dan sektor keuangan yang menguat 0,31%.
Aktivitas perdagangan di bursa mencatatkan volume sebesar 32,81 miliar saham dengan total nilai transaksi mencapai Rp 16,10 triliun.
Pada jajaran saham berkapitalisasi besar atau LQ45, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memimpin penguatan dengan melonjak 14,86%, diikuti PT Indosat Tbk (ISAT) naik 7,80%, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) naik 6,12%.
Sementara itu, saham yang menempati daftar top losers LQ45 adalah PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang turun 8,25%, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) melemah 4,71%, serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang terkoreksi 3,56%.













