Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan hebat pada pembukaan perdagangan Rabu (12/5/2026), merosot 1,50% ke level 6.755,77. Koreksi tajam ini dipicu oleh sentimen negatif dari hasil tinjauan indeks MSCI yang mendepak sejumlah emiten berkapitalisasi besar dari daftar MSCI Global Standard Index.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 332 saham melemah, sementara hanya 139 saham yang mampu bertahan di zona hijau. Kapitalisasi pasar bursa domestik pun terkikis ke angka Rp11.929,72 triliun.

Pelemahan indeks terutama didorong oleh tumbangnya saham-saham berkapitalisasi besar (big caps). PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) memimpin koreksi dengan penurunan 11,49% ke level Rp6.000, disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang anjlok 9,83%. Saham lainnya seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) terkoreksi 8,15% dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) melemah 6,37%.

Tekanan ini tidak lepas dari pengumuman MSCI Inc. yang resmi mencoret enam saham Indonesia, yakni AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT. Perubahan komposisi indeks ini rencananya berlaku efektif mulai 1 Juni 2026. Di sisi lain, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi satu-satunya saham big caps yang melawan arus dengan penguatan 0,82%.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai IHSG berisiko terus bergerak fluktuatif. Selain efek dari rebalancing MSCI, pasar juga dibayangi oleh sentimen negatif dari tensi geopolitik global terkait konflik Iran yang memicu lonjakan harga minyak mentah WTI sebesar 4,19% ke posisi US$102,18 per barel.

“IHSG berpotensi melakukan pengujian level support di kisaran 6.600 hingga 6.700. Namun, setelah menyentuh level tersebut, indeks memiliki peluang untuk mengalami technical rebound,” ujar Fanny dalam riset hariannya.

BNI Sekuritas memproyeksikan rentang support IHSG berada di level 6.600–6.700, sementara level resistance berada di area 6.950–7.020. Kondisi pasar global turut memperburuk suasana, menyusul penutupan bursa Wall Street yang memerah akibat kekhawatiran terhadap inflasi.

Di tengah tekanan tersebut, beberapa saham justru mencatatkan performa positif atau top gainers, seperti PT Mitra Energi Persada Tbk. (KOPI) yang melonjak 24,56% dan PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) yang menguat 24,54%.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Segala bentuk kerugian atau keuntungan yang timbul merupakan tanggung jawab investor.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *