Ecozone

IHSG Diproyeksi Masih Rawan Koreksi, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

11
×

IHSG Diproyeksi Masih Rawan Koreksi, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Sebarkan artikel ini
0d44ff5c777acf31f3f0df876cc9f743.jpg
0d44ff5c777acf31f3f0df876cc9f743.jpg

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pekan lalu dalam tekanan hebat setelah ditutup terkoreksi 4,20 persen ke level 5.594,77 pada Jumat (5/6/2026). Penurunan ini mencakup seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia, dengan sektor transportasi mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 5,97 persen.

Kondisi pasar modal yang lesu ini dipicu oleh akumulasi sentimen negatif domestik dan ketidakpastian kebijakan pemerintah. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menyebutkan bahwa rumor pasar serta kekhawatiran terhadap revisi UU P2SK terkait independensi lembaga keuangan turut mendorong aksi jual masif dari pelaku pasar.

Tekanan terhadap pasar saham juga diperburuk oleh kondisi nilai tukar rupiah yang menembus level psikologis di atas Rp 18.000 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan Jumat, rupiah bertengger di level Rp 18.036 per dolar AS, mencatatkan pelemahan mingguan sebesar 0,87 persen. Pelemahan mata uang ini memicu spekulasi pasar mengenai potensi Bank Indonesia menggelar Rapat Dewan Gubernur darurat di luar jadwal pada pertengahan Juni 2026.

Data fiskal turut menjadi sorotan investor. Realisasi APBN hingga Mei 2026 mencatat defisit sebesar Rp 180,4 triliun atau 0,7 persen terhadap PDB. Meskipun angka tersebut masih berada di bawah target tahunan sebesar 2,68 persen, namun realisasinya mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyoroti bahwa sepanjang pekan lalu IHSG telah terkoreksi signifikan sebesar 8,69 persen. Tekanan tersebut tak lepas dari arus keluar dana asing (capital outflow) yang mencapai Rp 57,63 triliun secara year to date, serta menurunnya kepercayaan investor global terhadap kebijakan domestik.

Memasuki perdagangan Senin (8/6/2026), IHSG diprediksi masih rawan melanjutkan tren pelemahan. Alrich memperkirakan indeks berpotensi menguji level support 5.500, sementara Herditya memproyeksikan level support di 5.517 dan resistance di 5.734.

Di tengah sentimen negatif yang masih membayangi, sejumlah saham tetap dapat dicermati oleh investor, di antaranya ANTM pada kisaran Rp 3.020 hingga Rp 3.200, BRMS di rentang Rp 610 hingga Rp 660, serta MBMA di level Rp 472 hingga Rp 520.

acdcc81369b298bcd3c4b02c4af71e2c.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Kinerja rata-rata return atau yield unitlink berbasis saham menjadi yang terkontraksi paling dalam. Berdasarkan data Infovesta secara year to date (ytd), rata-rata return unitlink berbasis saham terkontraksi sebesar 8,76% per Mei 2026. Meski terkontraksi paling dalam, jika dilihat secara rinci, terdapat 10 produk unitlink saham yang berhasil mencetak return tertinggi per Mei 2026. Adapun 10 produk tersebut return-nya…

e3b0f6b044729dd603d60e5b02ea15f2.jpg
Ecozone

Jakarta, IDN Times – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus menerus hingga jatuh di bawah level 6.000 dipengaruhi sentimen negatif terhadap perekonomian dalam negeri. Padahal, menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tumbuh baik. “Jadi kendala utamanya adalah persepsi nega…