Ecozone

Harga Emas Turun Akibat Pergeseran Minat Investor Menurut Kemendag

12
×

Harga Emas Turun Akibat Pergeseran Minat Investor Menurut Kemendag

Sebarkan artikel ini
b82a3941b1e7393dc016b1653baa7494.jpg
b82a3941b1e7393dc016b1653baa7494.jpg

Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menurunkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan harga referensi komoditas emas untuk periode 1 hingga 14 Juni 2026. Penyesuaian ini dipicu oleh pergeseran minat investor global yang lebih memilih instrumen keuangan berbasis imbal hasil dibandingkan logam mulia.

Berdasarkan data terbaru, HPE emas tercatat turun sebesar 1,43 persen menjadi US$ 148.396,49 per kilogram, dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai US$ 150.555,29 per kilogram. Tren serupa juga terjadi pada harga referensi yang terkoreksi ke level US$ 4.615,65 per troy ounce dari sebelumnya US$ 4.682,80 per troy ounce.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan bahwa pasar emas saat ini sedang mengalami fase konsolidasi. Kondisi tersebut memicu aksi ambil untung atau profit taking di kalangan pelaku pasar.

Faktor Kebijakan Moneter Global

Tommy menambahkan, dinamika harga emas di pasar internasional sangat sensitif terhadap arah kebijakan moneter global serta proyeksi ekonomi dunia. Faktor-faktor eksternal inilah yang menjadi penentu utama dalam fluktuasi harga komoditas emas di pasar domestik maupun mancanegara.

Kebijakan penetapan harga ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1416 Tahun 2026. Aturan tersebut mengatur Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi bagi produk pertambangan yang dikenakan bea keluar untuk dua pekan pertama Juni 2026.

Koordinasi Lintas Sektor

Dalam menentukan harga tersebut, Kemendag bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai penyedia masukan teknis. Acuan harga emas internasional yang digunakan merujuk pada publikasi London Bullion Market Association (LBMA).

Proses penetapan dilakukan melalui mekanisme koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian. Sinkronisasi data antarlembaga ini dilakukan untuk memastikan harga yang ditetapkan mencerminkan perkembangan pasar terkini.

13a6ee5f15a09ab652bf71ebc86debc9.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI), David Sutyanto, menilai pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis nasional. Menurutnya, keberadaan DSI berpotensi memperbaiki transparansi ekspor, meningkatkan kualitas pencatatan devisa hasil ekspor, sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap…