News

Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Palu, Sejumlah Infrastruktur Dilaporkan Mengalami Kerusakan

26
×

Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Palu, Sejumlah Infrastruktur Dilaporkan Mengalami Kerusakan

Sebarkan artikel ini
6fe4126c557205a6158860b29bdfc502.jpg
6fe4126c557205a6158860b29bdfc502.jpg

Palu – Gempa bumi dengan magnitudo 6,7 mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, dan sejumlah wilayah di sekitarnya pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB. Pusat gempa berada di darat, tepatnya 42 kilometer arah tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan peristiwa tersebut tidak memicu potensi tsunami. Meski demikian, guncangan kuat menyebabkan kerusakan fisik pada sejumlah bangunan publik dan infrastruktur di beberapa wilayah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu orang warga di Kabupaten Sigi meninggal dunia akibat bencana ini. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan hingga pukul 19.00 WIB, tercatat 38 warga mengalami luka-luka, dengan rincian 25 orang luka ringan dan 13 orang luka berat.

Sebanyak 312 jiwa dari 110 kartu keluarga terdampak langsung oleh gempa tersebut. Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan paling signifikan dibandingkan daerah lainnya.

Di Kabupaten Sigi, Kapolres Sigi, AKBP Kari Amsah Ritonga, menyebutkan kerusakan terpusat di Kecamatan Palolo dan Kecamatan Nokilalaki. Sebanyak 36 unit rumah dilaporkan rusak, terdiri dari 20 rumah rusak berat dan 16 rumah rusak ringan. Selain tempat tinggal, empat rumah ibadah dan satu fasilitas pendidikan turut mengalami kerusakan.

Dampak kerusakan juga meluas ke sejumlah fasilitas di Kota Palu, termasuk Kantor Bupati Sigi, Auditorium Universitas Tadulako, Hotel Santika, serta Hotel BW. Di Auditorium Universitas Tadulako, kepanikan terjadi saat ratusan orang tua dan siswa yang sedang mengikuti acara wisuda kelas 6 SDIT Al Fahmi berhamburan keluar gedung. Bagian asbes auditorium dilaporkan rusak, sementara kursi-kursi di dalam ruangan tampak berantakan.

Seorang warga Palu, Risman, mengungkapkan bahwa gempa ini memicu trauma mendalam bagi masyarakat. Warga memilih untuk tetap berada di luar rumah karena khawatir akan adanya gempa susulan.

Kondisi infrastruktur jalan juga mengalami gangguan serius. Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengonfirmasi bahwa akses jalan yang menghubungkan wilayah Napu di Kabupaten Poso dengan Kabupaten Sigi mengalami kerusakan parah dan amblas. Akibatnya, kendaraan roda empat tidak dapat melintas, sementara kendaraan roda dua harus melintas secara bergantian.

Di sisi lain, Kapolresta Palu, Kombes Pol Hari Rosena, menyatakan bahwa Jembatan Palu III yang menghubungkan Jalan KH Wahid Hasyim dan Jalan Ki Maja mengalami keretakan. Pihak kepolisian telah menutup sementara akses jembatan tersebut guna mengantisipasi risiko lebih lanjut.

Warga di Kota Palu terlihat berbondong-bondong mendatangi SPBU untuk mengisi bahan bakar kendaraan. Salah seorang warga, Rinaldi, mengaku langkah tersebut diambil sebagai upaya antisipasi jika terjadi pemadaman listrik berkepanjangan. Ia mengakui adanya rasa trauma terkait peristiwa gempa dan tsunami yang pernah melanda wilayah tersebut pada 28 September 2018 silam. Antrean panjang kendaraan bahkan sempat memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan, termasuk di sekitar SPBU Jalan Pramuka.

1fd1444e2ae7a66d6a1b2a804f2eebe7.jpg
News

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 516,4 miliar untuk Tahun Anggaran 2027. Tambahan dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat program pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU), pendanaan terorisme, hingga penanganan perjudian online (judol). Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, pagu indikatif yang diterima lembaganya untuk 2027…