Jakarta – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) secara resmi melangkah ke pasar modal internasional dengan rencana dual listing di Hong Kong. Langkah strategis ini dilakukan melalui skema Hong Kong Depositary Receipt (HDR) yang bertujuan memperluas akses pendanaan sekaligus meningkatkan eksposur perusahaan di panggung global.
Berdasarkan data perusahaan, EMAS menawarkan sebanyak 89,66 juta HDR kepada calon investor. Harga penawaran yang ditetapkan untuk aksi korporasi ini adalah HK$ 26,60 per HDR. Proses masa penawaran telah dijadwalkan berlangsung selama sepekan, yakni mulai dari 17 Juni hingga 23 Juni 2026.
Aksi korporasi ini merupakan bagian integral dari strategi ekspansi perusahaan. Tujuannya adalah memperkuat struktur pendanaan perseroan serta mendukung rencana pengembangan bisnis jangka panjang di sektor pertambangan emas. Langkah ini diambil menyusul temuan potensi besar dari kegiatan eksplorasi di proyek Kolokoa yang baru saja dilakukan perusahaan.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Adrian Djie, memberikan pandangan positif terhadap keputusan strategis tersebut. Menurutnya, langkah dual listing di Hong Kong akan memberikan dampak signifikan bagi posisi EMAS di pasar internasional.
Adrian menjelaskan bahwa aksi korporasi ini membuka akses ke pendanaan global di tengah pasar Hong Kong yang dinilai lebih bergairah. Hal tersebut diyakini akan meningkatkan visibilitas serta kredibilitas EMAS secara global di mata para investor mancanegara.
Lebih lanjut, Adrian menilai langkah ini tidak sekadar memperluas basis investor bagi perusahaan. Lebih dari itu, dual listing akan memperkuat reputasi perusahaan di tingkat internasional dalam jangka panjang.
Dari sisi fundamental, rencana ekspansi ini diprediksi memberikan dorongan positif bagi kinerja keuangan perusahaan. Tambahan modal yang diperoleh dari HDR berpotensi besar dalam mendukung pengembangan aset serta peningkatan kapasitas produksi di masa mendatang.
Adrian menyoroti bahwa prospek EMAS saat ini masih tergolong solid. Kondisi tersebut didukung oleh kinerja operasional yang stabil serta situasi pasar komoditas yang dinilai masih menguntungkan bagi emiten pertambangan emas.
Menurutnya, prospek saham EMAS juga didukung oleh operasional tambang Pani yang sudah memasuki fase produksi komersial. Tambang tersebut ditargetkan menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di kawasan Asia Pasifik. Selain itu, tren harga emas dunia yang masih berada di level relatif tinggi turut menjadi katalis positif bagi perusahaan.
Kombinasi antara faktor operasional yang kuat dan sentimen positif harga emas global membuat saham EMAS dinilai tetap memiliki daya tarik tinggi bagi pelaku pasar. Investor yang mencari eksposur pada sektor komoditas diperkirakan akan merespons langkah ini dengan antusias.
Terkait rekomendasi investasi, Adrian menilai strategi jangka pendek dapat menjadi pilihan bagi investor dalam merespons perkembangan aksi korporasi ini. Ia memberikan rekomendasi trading buy untuk saham EMAS dengan target harga jangka pendek di level Rp7.450 per saham.







