Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghentikan tren penguatan yang telah berlangsung selama dua hari perdagangan berturut-turut. Pada penutupan perdagangan Kamis (11/6/2026), indeks acuan saham nasional ini tercatat berakhir di zona merah akibat tekanan jual yang cukup masif di pasar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun melalui RTI, IHSG ditutup melemah sebesar 0,27% atau terkoreksi 15,86 poin ke level 5.886,03. Pergerakan indeks sepanjang sesi perdagangan berlangsung cukup fluktuatif, dengan rentang harga yang cukup lebar antara posisi terendah di level 5.784 hingga posisi tertinggi di level 6.010.
Aktivitas perdagangan di bursa mencatatkan volume transaksi yang cukup tinggi, mencapai 33,64 miliar saham. Nilai transaksi keseluruhan di pasar mencapai Rp22,27 triliun.
Kondisi pasar secara umum menunjukkan dominasi tekanan jual. Sebanyak 419 saham ditutup mengalami pelemahan, sementara saham yang berhasil menguat tercatat sebanyak 265 emiten. Adapun sisanya, yakni 131 saham, terpantau bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Koreksi yang terjadi pada IHSG ini selaras dengan aksi jual yang masih dilakukan oleh investor asing. Pada perdagangan Kamis, investor asing tercatat membukukan nilai jual bersih atau net sell sebesar Rp252,65 miliar di seluruh pasar.
Meskipun secara akumulatif investor asing mencatatkan nilai jual bersih, mereka tetap melakukan aksi beli pada sejumlah saham pilihan. Langkah ini dilakukan saat IHSG sedang berada dalam tekanan di zona merah.
Terdapat 10 saham yang mencatatkan nilai beli bersih terbesar dari investor asing pada perdagangan hari tersebut. Posisi pertama ditempati oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai beli bersih mencapai Rp387,96 miliar.
Disusul oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai beli bersih sebesar Rp97,18 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp87,77 miliar. Berikutnya adalah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan nilai Rp72,76 miliar dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) senilai Rp58,47 miliar.
Melengkapi daftar tersebut, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan nilai beli bersih Rp36,41 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp28,69 miliar, dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebesar Rp18,33 miliar. Di posisi kesembilan dan kesepuluh terdapat PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan nilai Rp12,31 miliar serta PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) sebesar Rp11,04 miliar.
Pelemahan IHSG ini menjadi perhatian pelaku pasar di tengah dinamika RUPS yang tengah digelar oleh sejumlah perusahaan besar seperti BUVA, SMRA, PWON, BUKA, SRAJ, hingga MORA. Para investor kini menantikan arah kebijakan perusahaan pasca-RUPS tersebut untuk menentukan langkah investasi berikutnya di tengah volatilitas pasar yang masih berlanjut.







