Berita

Gejolak Geopolitik Memicu Impor Batu Bara, Indonesia Raup Peluang

81
×

Gejolak Geopolitik Memicu Impor Batu Bara, Indonesia Raup Peluang

Sebarkan artikel ini
geopolitik-memanas,-batu-bara-masih-jadi-andalan-energi-global
geopolitik memanas, batu bara masih jadi andalan energi global

Jakarta – Batu bara dinilai masih memegang peranan penting dalam sistem energi global.

Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan, Bisman Bakhtiar.

Menurutnya, batu bara menjadi penyangga pasokan energi saat terjadi gangguan minyak dan gas akibat ketegangan geopolitik.

Guncangan geopolitik global sering mengganggu pasokan migas.

Batu bara dianggap lebih tahan terhadap dampak konflik karena cadangannya tersebar.

“Cadangan batu bara tersebar luas dan tidak terkonsentrasi di kawasan konflik,” kata Bisman.

Pengamat energi, Iwa Garniwa, mengatakan penggunaan batu bara di sejumlah negara kembali meningkat saat terjadi gangguan pasokan energi global.

Kondisi ini mendorong negara dengan kebutuhan energi besar menjaga stabilitas pasokan.

“Beberapa negara seperti China dan India meningkatkan impor batu bara,” ujar Iwa.

China, misalnya, meningkatkan impor batu bara hingga sekitar 500 juta ton pada 2024.

Kondisi ini memberi peluang bagi Indonesia sebagai eksportir batu bara.

Data Kementerian ESDM menunjukkan, dari total sekitar 1,3 miliar ton batu bara yang diperdagangkan global, Indonesia memasok sekitar 514 juta ton atau sekitar 43 persen.

“Batu bara masih bisa menjadi primadona,” kata Iwa.

Ia menilai potensi batu bara dapat diperkuat melalui diversifikasi produk energi.

Pengembangan teknologi seperti CCUS, gasifikasi batu bara, serta hilirisasi menjadi bahan kimia dan bahan bakar dinilai mampu meningkatkan nilai tambah.