Jakarta – Lisa BLACKPINK dipastikan akan tampil dalam opening ceremony Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar di SoFi Stadium, Los Angeles, pada 12 Juni 2026. Kehadiran idol asal Thailand ini menjadi sorotan media internasional karena dianggap bukan sekadar hiburan biasa, melainkan bagian dari strategi besar FIFA untuk menjadikan Piala Dunia sebagai festival budaya global yang lebih dekat dengan generasi muda.

Lisa akan tampil sebelum pertandingan antara Amerika Serikat melawan Paraguay dimulai. Dalam acara pembukaan resmi FIFA tersebut, Lisa akan berbagi panggung dengan sejumlah musisi dunia seperti Katy Perry, Future, dan DJ Sanjoy.

Penampilan Lisa juga menjadi momen bersejarah karena ia tercatat sebagai artis K-Pop kedua yang tampil di opening ceremony Piala Dunia setelah Jungkook BTS membawakan lagu “Dreamers” pada Piala Dunia Qatar 2022.

Piala Dunia FIFA 2026 akan digelar di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. FIFA berencana menghadirkan konsep yang lebih besar dibanding edisi sebelumnya dengan mengadakan tiga acara pembukaan berbeda di negara tuan rumah. Strategi ini bertujuan agar atmosfer Piala Dunia terasa lebih luas dan dekat dengan masyarakat dunia.

Menurut laporan media Thailand, Spring News, konsep acara tahun ini mengusung tema “Shared Rhythm” dan dipimpin oleh Amy Hopfinger, Director of Strategy and Planning FIFA wilayah Amerika Serikat. FIFA ingin menggabungkan sepak bola dengan musik, budaya pop, fashion, dan hiburan modern. Dalam konsep tersebut, Lisa dianggap menjadi sosok yang paling tepat.

Salah satu alasan utama FIFA memilih Lisa adalah pengaruhnya yang sangat besar di media sosial. Lisa memiliki lebih dari 100 juta pengikut di Instagram dan menjadi salah satu artis Asia dengan jumlah followers terbanyak di dunia. Setiap aktivitasnya hampir selalu menjadi perbincangan global, mulai dari penampilan fashion, musik, hingga kampanye brand internasional yang mampu viral dalam waktu singkat.

FIFA menilai kekuatan digital seperti ini sangat penting, terutama karena banyak ajang olahraga besar harus bersaing mendapatkan perhatian generasi muda yang lebih aktif di platform seperti TikTok, Instagram, dan X dibanding menonton pertandingan penuh selama 90 menit.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *