Tabanan – Pemerintah mendorong eksportir kakao Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke mancanegara. Peluang ekspor terbuka lebar, terutama ke Eropa dan negara-negara ASEAN.
Dorongan ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri saat mengunjungi pabrik cokelat lokal, Cau Chocolates, di Tabanan, Bali, Kamis (13/6/2024).
Wamendag Dyah Roro melihat langsung potensi kakao lokal yang diolah menjadi produk premium.
“Pasar-pasar ini menjanjikan, khususnya Eropa karena permintaannya terus tumbuh,” ujarnya.
Ia meminta eksportir memanfaatkan perjanjian dagang yang telah disepakati pemerintah dengan berbagai negara, seperti Indonesia-Peru CEPA dan Indonesia-Canada CEPA, serta Indonesia-Uni Eropa CEPA yang akan datang.
Menurut Dyah Roro, pasar Eropa sangat menekankan aspek keberlanjutan, menyukai produk yang ramah lingkungan, sehat, dan organik.
“Tapi selepas itu jangan dilupakan pasar-pasar yang dekat dengan kita seperti ASEAN,” imbuhnya.
Kementerian Perdagangan siap membantu menghubungkan eksportir dengan perwakilan perdagangan di 33 negara.
Wamendag Dyah berharap eksportir kakao dapat berpartisipasi dalam pameran internasional dan memanfaatkan fasilitas Inaexport.
Di Bali, Wamendag Dyah juga mendorong hilirisasi komoditas kakao.
UMKM seperti Cau Chocolates di Tabanan menjadi bukti nyata hilirisasi kakao.
Data BPS menunjukkan ekspor kakao, kakao olahan, dan makanan olahan berbahan dasar kakao Indonesia mencatatkan tren positif 16,20 persen pada periode 2021-2024.







