Batusangkar – Ekonomi Sumatera Barat (Sumbar) diprediksi tumbuh 4 persen pada tahun 2025. Bank Indonesia (BI) Sumbar menyatakan keyakinannya atas proyeksi tersebut.
Optimisme ini didorong oleh tren positif pertumbuhan ekonomi Sumbar belakangan ini.
Kepala Perwakilan BI Sumbar, M. Abdul Majid Ikram, menyampaikan proyeksi tersebut usai membuka kegiatan Capacity Building bersama jurnalis di Batusangkar, Kamis (20/11).
“Angka ini realistis. Jika dua periode pertumbuhan di angka 3, maka di kuartal IV (Q4) ini diharapkan di angka 4,” jelas Abdul Majid Ikram.
BI Sumbar menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, terutama dalam menyambut program nasional yang akan digelontorkan pemerintah pusat pada 2026.
“Jangan sampai momen kuartal I (Q1) 2025 melambat, sehingga harus diantisipasi,” tegasnya.
Untuk itu, BI Sumbar akan memberikan masukan kepada pemerintah daerah dan Kadin agar dapat bergerak cepat sejak Januari 2025 untuk menangkap peluang dari program nasional tersebut.
Selain pertumbuhan ekonomi, BI Sumbar juga menargetkan inflasi di angka 2,5 +_1,5 persen dapat tercapai.
Saat ini, inflasi Sumbar berada di angka 3,7 persen dan diperkirakan akan turun menjadi 3,5 atau 3,4 persen.







