News Feed Indonesia

Eits! Jangan Sedih Lagi, Berikut Cara Hadapi Quarter Life Crisis

FENESIA – Quarter life crisis baru-baru ini sering jadi bahan pembicaraan di masyarakat, terutama anak muda yang berusia 20-an. Quarter life crisis merupakan istilah untuk mendefinisikan sebuah fase dalam kehidupan yang membuat kita sering merasa ragu, cemas, dan bingung dengan tujuan hidup.

Biasanya, kondisi seperti ini akan membuat kita menyadari bahwa ada suatu hal yang harus diubah dalam hidup, tapi kita tidak tahu apa dan bagaimana cara untuk memulainya. Keadaan tersebut akan membuat kita merasa kebingungan dan juga kesepian.

Fase seperti ini terbilang lumrah terjadi pada remaja pada usia 20 sampai 30-an tahun. Mengutip dari Lifehack, berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh LinkedIn menunjukkan 75 persen dari ribuan orang berusia 25 hingga 33 tahun di seluruh dunia mengaku pernah mengalami fase quarter life crisis dengan usia rata-rata terbanyak adalah 27 tahun.

Untuk mengatasinya, dibutuhkan banyak sekali tahapan yang tentunya tidak mudah, berikut cara menghadapi fase quarter life crisis.

Ketahui apa yang menjadi prioritas

Ilustrasi Foto: Pinterest

Dr John Demartini, seorang edukator dan pakar perilaku manusia internasional dalam bukunya yang berjudul The Values Factor, ia mengatakan motivasi yang sesungguhnya datang dari sebuah inspirasi. Hal ini akan hadir ketika kita sudah mengetahui value diri sendiri dan ketika kita bisa hidup sesuai dengan nilai-nilai yang kita inginkan, maka saat itulah hidup kita akan menjadi lebih menyenangkan.

Oleh karena itu, pastikan kamu tahu apa hal terpenting dalam hidup dan jadikan itu sebagai prioritas agar apa yang diinginkan dalam hidup semakin terlihat nyata.

Tak perlu ikuti standar dalam lingkup sosial

Ilustrasi Foto: iStock

Jika kamu sering berpikir, ‘seharusnya aku begini ya’ atau ‘aku harus melakukan ini’, berarti kamu sedang berusaha untuk memenuhi standar yang dibuat masyarakat kebanyakan, seperti standar usia pernikahan, jumlah pendapatan, apa yang sudah harus dimiliki, dan lain-lain.

Cari lingkungan baru

Ilustrasi Foto: Istimewa

Quarter life crisis sering juga bisa membuat kita merasa terjebak lho, Feeners. Berada di tempat yang sama dalam waktu yang lama, dengan orang-orang yang sama, bisa membuat kita merasa tidak berkembang lebih jauh. Karena pada biasanya, lingkungan memiliki pengaruh yang besar terhadap pola pikir dan membuat kita kesulitan menyadari masalah apa yang sedang kita hadapi saat ini.

Setelah mengetahui hal ini, bukan berarti kita harus segera pindah jauh lho. Kita bisa memulainya secara bertahap, dengan mengubah lingkungan atau suasana di sekitar. Kita bisa mulai dari yang paling mudah, seperti mengganti suasana meja kerja, meminta pindah divisi, memutuskan untuk cari pekerjaan baru, atau bisa juga sekadar mengambil cuti dan berlibur ke tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.

REKOMENDASI
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.