Padang – Tim DVI Polda Sumbar berhasil mengidentifikasi 20 jenazah korban bencana alam yang menerjang sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Sementara itu, 10 orang lainnya masih dalam pencarian.
Dari total 22 korban meninggal dunia, tim DVI telah memastikan identitas 20 orang. Proses identifikasi terus dilakukan untuk dua jenazah lainnya.
“Kami terus berupaya maksimal memberikan kepastian kepada keluarga yang menanti,” kata Kasubdiddokpol Polda Sumbar, dr. Eka Purnama Sari.
Selain korban meninggal, lima orang dilaporkan masih menjalani perawatan medis akibat luka-luka yang diderita.
Proses identifikasi intensif berlangsung di sejumlah posko, termasuk Polresta Padang, RS Bhayangkara Padang, RSUD dr. Rasidin Padang, serta posko di Polres Bukittinggi, Padang Pariaman, dan Pasaman Barat.
Di RS Bhayangkara Padang, enam jenazah teridentifikasi melalui sidik jari, yaitu Yerna Wilis (57), Selvi Marta Putri (20), Agung Purnomo (35), Reki Saputra (38), Robby Handaryo (41), dan Junimar (52).
Identifikasi melalui data keluarga juga membuahkan hasil. Di Polresta Padang, Najwa Putri Andira (2,5 bulan) dan Mardalena (65) berhasil diidentifikasi.
Kemudian, di RSUD dr. Rasidin Padang, Roni Syaputra (42), Syamsul Kamaruddin (72), dan Aidil Putra (13) teridentifikasi.
Di Polres Bukittinggi, delapan korban tewas asal Jorong Toboh, Malalak Timur, Kabupaten Agam, juga telah diidentifikasi. Roki Hidayat (13), seorang pelajar dari Pasaman Barat, juga berhasil diidentifikasi.
Saat ini, tim SAR dan DVI fokus mencari 10 orang yang masih hilang. Sembilan di antaranya berasal dari Jorong Toboh, Malalak Timur, Kabupaten Agam, wilayah yang terdampak paling parah.
Satu korban hilang lainnya, Evi Yulia Susanti (52), dilaporkan berada di wilayah kerja DVI Padang Pariaman.
Tim DVI Polda Sumbar, Basarnas, dan BPBD berkomitmen menuntaskan identifikasi dan pencarian seluruh korban.







