Berita

DPR Mendorong Polisi Dalami Peran Korban Bully di Ledakan SMAN 72

102
×

DPR Mendorong Polisi Dalami Peran Korban Bully di Ledakan SMAN 72

Sebarkan artikel ini
d1056fe4bc02f1a7481b4d33194a5c0d.jpg
d1056fe4bc02f1a7481b4d33194a5c0d.jpg

Jakarta Utara – Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat, Lalu Hadrian Irfani, menyatakan keprihatinan mendalam atas ledakan yang terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading pada Jumat, 7 November 2025. Ia mengecam keras peristiwa tersebut dan mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas penyebabnya.

Lalu Hadrian menduga adanya keterlibatan siswa yang menjadi korban perundungan dalam insiden ini. Ia menekankan pentingnya menelusuri dugaan tersebut secara serius.

“Polisi harus mengungkap motif dan latar belakang kejadian ini secara menyeluruh, termasuk jika ada indikasi bahwa pelaku merupakan korban bullying. Hal ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” kata Lalu dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Sabtu, 8 November 2025.

Menurut Lalu, insiden ini bukan hanya sekadar ledakan atau tindak kekerasan. Namun, ia melihatnya sebagai cerminan dari persoalan sosial dan psikologis yang lebih serius di lingkungan pendidikan.

Kasus ini merepresentasikan bahwa isu perundungan di sekolah telah menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan lintas sektor. Penanganan tidak cukup hanya dari aparat penegak hukum, tetapi juga perlu melibatkan Kementerian Pendidikan, pemerintah daerah, tenaga pendidik, psikolog, hingga orang tua siswa.

“Semua pihak harus turun tangan. Pencegahan dan penanganan perundungan tidak bisa diserahkan pada sekolah saja. Harus ada sistem deteksi dini, pendidikan karakter yang kuat, dan layanan konseling yang efektif,” ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Komisi X DPR, yang membidangi urusan pendidikan, akan memantau perkembangan kasus ini. Lalu Hadrian juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan iklim sosial di sekolah.

“Kami di Komisi X DPR RI akan berkoordinasi dengan Kemendikdasmen dan pihak terkait untuk memastikan bahwa kejadian seperti ini tidak terulang. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua anak,” tutur Lalu.

Ledakan di SMAN 72 terjadi pada Jumat, 7 November 2025, sekitar pukul 12.15 WIB. Menurut informasi, terjadi dua ledakan. Ledakan pertama di aula SMAN 72 saat khotbah salat Jumat, dan kedua di pintu belakang sekolah. Akibat kejadian itu, 54 siswa mengalami luka-luka.

Sejumlah saksi mata mengatakan seorang siswa kelas XII ditemukan terkapar dengan senjata mainan di dekatnya. Polisi menemukan kaleng minuman yang dimodifikasi dengan sumbu serta remot kecil di lokasi kejadian.

Anak tersebut mengenakan sepatu bot, celana hitam, dan kaus tanpa lengan berwarna putih dengan tulisan “Natural Selection”. Dalam foto yang beredar, ada beberapa tulisan pada senjata mainan di dekat anak itu, yakni “Welcome to Hell,” “For Agartha,” serta nama-nama pelaku penembakan masjid di luar negeri, Brenton Tarrant, Alexandre Bissonnette, dan Luca Traini.

Beberapa saksi mengatakan anak itu pendiam dan kerap di-bully oleh teman-temannya. Menurut salah satu saksi berinisial ZA, siswa tersebut kerap menggambar senjata dan suka menonton video kekerasan. Siswa lain berinisial I mengamini jika anak itu pendiam dan kerap dirisak, namun I mengaku tidak kenal secara personal dengan anak tersebut.

4fb76b8b4aa755bc7bbd323df2792608.jpg
Berita

Fenesia-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan rebound atau kembali menguat hingga menyentuh level 8.000 seiring membaiknya fundamental ekonomi nasional dan kinerja perusahaan. Hal itu disampaikan Purbaya menanggapi pergerakan IHSG yang kembali naik setelah sempat berada di kisaran 5.900, Purbaya menilai pergerakan pasar saham pada akhirnya akan ditopang oleh fundamental perusahaan…