Berita

BNPB: Tim SAR Terus Cari 27 Warga Tertimbun Longsor Banjarnegara

78
×

BNPB: Tim SAR Terus Cari 27 Warga Tertimbun Longsor Banjarnegara

Sebarkan artikel ini
6fc0e6973c4f934c18fa50941e7a927b.jpg
6fc0e6973c4f934c18fa50941e7a927b.jpg

Banjarnegara – Tanah longsor menerjang Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah, pada Sabtu, 15 November 2025, pukul 16.00 WIB. Bencana ini diperkirakan menimbun puluhan warga, sementara ratusan lainnya terpaksa mengungsi.

Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Senin, 17 November 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara memperkirakan 27 warga masih tertimbun material longsor. Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan terus melakukan operasi penyelamatan di lokasi terdampak.

“Selain operasi SAR, personel gabungan telah berhasil mengevakuasi 34 orang dari kawasan hutan di sekitar longsoran,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, pada Senin.

Data terkini mencatat dua korban jiwa meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka. Korban luka-luka telah dirujuk ke RSUD Banjarnegara dan Puskesmas Pandanarum. Sebanyak 823 jiwa mengungsi, dan BPBD setempat masih terus mendata warga yang mengungsi.

Kerugian material akibat longsor meliputi 30 unit rumah yang rusak berat, serta rusaknya lahan persawahan dan perkebunan warga. Lokasi pengungsian berpusat di tiga titik, yakni Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Beji, dan gedung haji Desa Pringamba. BPBD Kabupaten Banjarnegara juga telah mengaktifkan dapur umum di kantor kecamatan untuk melayani kebutuhan pengungsi.

Muhari menjelaskan, tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara terjadi setelah hujan lebat mengguyur Kawasan Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum. “Derasnya hujan dan kondisi tanah labil diduga sebagai pemicu tebing longsor dan menimpa area persawahan dan perkebunan,” ujarnya.

BPBD setempat terus melakukan asesmen dampak dan kebutuhan warga di lokasi bencana. “Sementara ini, kebutuhan mendesak dari hasil kaji cepat terdiri dari bahan makanan, makanan siap saji, air mineral, matras, selimut, hygiene kit, dan family kit,” kata Muhari.

Kepala BNPB Suharyanto beserta jajarannya dijadwalkan bertolak menuju Banjarnegara pada Senin untuk meninjau lokasi bencana. Kunjungan kerja ini dilakukan setelah rombongan BNPB sebelumnya meninjau lokasi bencana longsor Majenang, Cilacap. Pusdalops BNPB saat ini terus memantau dan mendukung penanganan darurat di kedua wilayah tersebut.