Bekasi – Presiden Prabowo Subianto menyoroti maraknya kasus perundungan atau bullying di sekolah. Hal ini disampaikan saat peluncuran digitalisasi pembelajaran di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2025).
Prabowo menegaskan pemerintah akan mengatasi kasus bullying yang terjadi di sekolah, termasuk kasus yang menimpa seorang siswa SMP di Tangerang Selatan.
“Ya, itu harus kita atasi ya,” ujar Prabowo usai acara peluncuran.
Pernyataan ini muncul setelah seorang siswa SMPN di Kota Tangerang Selatan, MH (13), meninggal dunia usai diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelasnya. MH sempat dirawat selama sepekan di rumah sakit.
Korban diduga mengalami kekerasan pada 20 Oktober 2025 lalu, hingga harus dirawat di High Care Unit (HCU) Rumah Sakit Fatmawati.
Alvian Adji Nugroho, pengacara keluarga MH, membenarkan kabar duka tersebut. “Meninggal pagi ini,” katanya, Minggu (16/11/2025).
Rizky Fauzi, sepupu MH, mengatakan bahwa korban diduga dipukul di bagian kepala menggunakan bangku besi pada 20 Oktober. Awalnya, MH merahasiakan kejadian tersebut dari keluarga.
Namun, satu hari kemudian, MH mulai bercerita karena kondisinya memburuk.
Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian ini ke sekolah pada 22 Oktober. Sekolah lalu menggelar mediasi antara keluarga MH dan keluarga terduga pelaku bullying.
“Selesai pihak si pelaku mau bertanggung jawab sampai sepenuhnya untuk biaya pengobatan,” ujar Rizki.
Namun, kondisi kesehatan MH terus memburuk hingga memerlukan penanganan medis yang serius. Saat keluarga meminta komitmen pertanggungjawaban, pihak pelaku disebut mengelak.
“Keluarga kami disuruh cari pinjeman uang ke orang-orang terdekat gitu,” tuturnya.
Fauzi menduga sepupunya itu kerap menjadi korban perundungan sejak masa pengenalan lingkungan sekolah.
Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan menyatakan akan menyelidiki kematian MH untuk memastikan ada tidaknya unsur kekerasan.
Kapolres Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Besar Victor Daniel Henry Inkiriwang, sempat mengunjungi rumah duka di Kampung Maruga Ciater, Serpong, pada 16 November 2025.
“Kami datang untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan komitmen kepolisian dalam mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur tersebut,” ujar Victor, Senin (17/11/2025).







