Berita

BMKG Tetapkan Lima Daerah NTB Siaga Kekeringan Meteorologis

14
×

BMKG Tetapkan Lima Daerah NTB Siaga Kekeringan Meteorologis

Sebarkan artikel ini
bmkg-ingatkan-bencana-kekeringan-di-ntb
bmkg ingatkan bencana kekeringan di ntb

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan lima daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini berstatus siaga kekeringan meteorologis. Kondisi ini dipicu oleh hari tanpa hujan yang berlangsung berkepanjangan di sejumlah wilayah.

Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB, Suci Agustiarini, mengatakan hari tanpa hujan berturut-turut di daerah tersebut secara umum sudah masuk kategori menengah hingga sangat panjang.

“Hari tanpa hujan berturut-turut secara umum pada kategori menengah hingga sangat panjang,” kata Suci di Mataram, Sabtu (20/6), dikutip dari Antara.

Wilayah yang masuk level siaga kekeringan meliputi Kecamatan Sekotong di Kabupaten Lombok Barat, Kecamatan Jonggat di Kabupaten Lombok Tengah, Kecamatan Pringgabaya dan Suela di Kabupaten Lombok Timur, Kecamatan Hu’u dan Manggalewa di Kabupaten Dompu, serta Kecamatan Palibelo di Kabupaten Bima.

Hari tanpa hujan paling panjang tercatat di Stasiun Meteorologi Muhammad Salahuddin di Kabupaten Bima, yakni 35 hari berturut-turut. Kondisi itu termasuk kategori sangat panjang.

BMKG juga menetapkan sejumlah kecamatan di Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima dalam level waspada kekeringan meteorologis.

Suci mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak untuk mengantisipasi krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan seiring meluasnya wilayah yang masuk level siaga dan waspada akibat hari tanpa hujan yang kian memanjang.

Pada dasarian III Juni 2026 atau periode 21-30 Juni, BMKG memprakirakan peluang hujan masih terbatas. Potensi hujan lebih dari 20 milimeter per dasarian diperkirakan hanya memiliki probabilitas sekitar 10 hingga 40 persen di sebagian wilayah Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

BMKG juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman. Warga diimbau tidak melakukan pembakaran sembarangan dan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

Berdasarkan pemantauan BMKG pada dasarian terakhir, IOD berada dalam kategori negatif dengan indeks minus 0,49. Kondisi itu berpeluang beralih menuju positif mulai Agustus hingga Desember 2026.

Anomali SST di wilayah Nino3.4 menunjukkan ENSO berada pada kategori El-Nino Moderat dengan indeks +1,40.

“El-Nino diprediksi bertahan pada kategori Moderat dengan peluang 100 persen dan berpotensi meningkat menjadi El-Nino kuat dengan peluang 86 persen hingga akhir tahun 2026,” pungkas Suci.