Berita

Bencana Sumatra: Korban Tewas Meningkat, Ratusan Ribu Mengungsi

71
×

Bencana Sumatra: Korban Tewas Meningkat, Ratusan Ribu Mengungsi

Sebarkan artikel ini
update-bencana-sumatra-15-desember:-1030-tewas,-600-ribu-mengungsi
update bencana sumatra 15 desember: 1030 tewas, 600 ribu mengungsi

Jakarta – Kabar duka menyelimuti Sumatra. Banjir dan longsor yang menerjang tiga provinsi telah merenggut 1.030 jiwa.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan data terbaru ini pada Senin (15/12).

“Jumlah korban meninggal dunia bertambah 14 orang, dari 1.016 menjadi 1.030 jiwa,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Aceh mencatat penambahan 7 korban jiwa, Sumatra Utara 6 jiwa, dan Sumatra Barat 1 jiwa.

Sementara itu, kabar baiknya, jumlah korban hilang berkurang menjadi 206 orang dari sebelumnya 212 orang.

Jumlah pengungsi juga mengalami penurunan, kini tercatat 608.940 orang, berkurang dari 624.670 orang. Aceh masih menjadi provinsi dengan jumlah pengungsi terbanyak, mencapai 572.862 jiwa.

Sebanyak 28 kabupaten/kota di tiga provinsi masih berstatus tanggap darurat. Rinciannya, Aceh (12 kabupaten/kota), Sumatra Utara (8 kabupaten/kota), dan Sumatra Barat (8 kabupaten/kota).

BNPB fokus pada lima aspek utama dalam proses pemulihan.

Pencarian dan pertolongan korban menjadi prioritas utama.

Selain itu, pemenuhan logistik, pembukaan akses darat, pemulihan komunikasi, serta pemulihan sektor energi (listrik dan BBM) juga dikebut.

Kabar baik datang dari sektor kesehatan. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, melaporkan rumah sakit yang terdampak banjir di Sumatra mulai beroperasi kembali.

“Rumah sakit di Sumatra, yang sempat 41 tidak beroperasi, kini 100 persen sudah mulai beroperasi,” kata Budi Gunadi.

Unit-unit rumah sakit yang terdampak, seperti IGD dan ruang operasi, diprioritaskan untuk segera beroperasi.

Selain rumah sakit, sekitar 414 dari 500 unit Puskesmas yang terdampak juga telah kembali beroperasi. Puskesmas ini penting untuk melayani kesehatan masyarakat di rumah dan posko pengungsian.