Showbiz

Avatar: Fire and Ash Raup Rp 94 Miliar di Indonesia Sepekan

119
×

Avatar: Fire and Ash Raup Rp 94 Miliar di Indonesia Sepekan

Sebarkan artikel ini
1e4f53fef69d7d99e2d3df992f85f4b0.jpg
1e4f53fef69d7d99e2d3df992f85f4b0.jpg

Jakarta – Film Avatar: Fire and Ash langsung mencetak rekor box office di Indonesia dengan pendapatan mencapai US$ 5,6 juta atau sekitar Rp 94 miliar pada pekan pertama penayangannya. Pencapaian ini menjadikan film tersebut sebagai pembukaan terbesar untuk film Hollywood di Indonesia pada tahun 2025.

Angka fantastis ini sekaligus mengukuhkan Avatar: Fire and Ash sebagai film dengan pendapatan pembukaan tertinggi dalam sejarah franchise Avatar di Indonesia. Film garapan sutradara James Cameron ini dirilis pada 17 Desember 2025 dan langsung merajai tangga box office.

The Walt Disney Company, selaku rumah produksi, mengklaim pencapaian ini sebagai bukti bahwa cerita-cerita mereka memiliki daya tarik yang kuat bagi penonton di Asia Tenggara.

“Posisi Disney sebagai studio Hollywood nomor satu di Asia Tenggara merupakan bukti bahwa cerita-cerita kami benar-benar memiliki relevansi yang kuat,” kata Rachel Fong, Executive Director and Studio General Manager, The Walt Disney Company Southeast Asia, dalam keterangan resminya.

Disney juga mengklaim diri sebagai studio Hollywood nomor satu di Asia Tenggara berkat kesuksesan film-film lain seperti Captain America: Brave New World, Thunderbolts, dan The Fantastic Four: First Steps.

Untuk merayakan perilisan Avatar: Fire and Ash, Disney Indonesia menghadirkan instalasi bertema Pandora di Senayan City Mall, Jakarta. Pengunjung dapat merasakan pengalaman imersif di dunia Avatar melalui taman tematik dan area misterius Klan Mangkwan.

Instalasi The Avatar: Fire and Ash Experience ini dibuka hingga 11 Januari 2026 dan dapat dikunjungi tanpa biaya tambahan. Selain di Jakarta, instalasi serupa juga hadir di tujuh kota lain di Indonesia melalui visual Varang yang unik di billboard dan LED.

Sebelumnya, film Avatar dan Avatar: The Way of Water juga sukses besar di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Kedua film tersebut masuk dalam jajaran 10 film MPA dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa di Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Vietnam.