Berita

Armani Group Tawarkan Apartemen KLCC, Incar Investor Indonesia

104
×

Armani Group Tawarkan Apartemen KLCC, Incar Investor Indonesia

Sebarkan artikel ini
pengembang-properti-asal-malaysia-sasar-investor-indonesia-lewat-proyek-di-kuala-lumpur
pengembang properti asal malaysia sasar investor indonesia lewat proyek di kuala lumpur

Jakarta – Pengembang properti asal Malaysia, Armani Group, incar investor Indonesia dengan proyek apartemen mewah di Kuala Lumpur. Peluncuran Armani Hallson KLCC digelar di Jakarta, Sabtu (22/11/2025).

Lebih dari 300 investor Indonesia ditargetkan berpartisipasi dalam proyek apartemen yang berlokasi strategis dekat KLCC ini.

COO Armani Group, Maria Wan Malek, menyebut Indonesia sebagai pasar potensial.

“Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi kami,” ujarnya.

Armani Hallson KLCC berdiri di lahan seluas 1,05 hektare di Jalan Ampang, Kuala Lumpur.

Proyek ini menawarkan 2.215 unit apartemen dalam tiga menara dengan delapan tipe berbeda.

Harga apartemen mulai dari RM 1 juta atau sekitar Rp 4 miliar.

Direktur Group Sales & Marketing Armani Group, William Lau Wee Liang, menyoroti keunggulan lokasi dan fasilitas.

“Armani Hallson adalah satu-satunya hunian yang terhubung langsung ke KLCC,” tegasnya.

Lokasinya hanya 300 meter dari KLCC dengan akses penghubung langsung.

Pakar properti luar negeri, Charlie Lim, melihat tren investasi properti warga Indonesia di Malaysia terus meningkat.

Kedekatan budaya, kemudahan akses, dan kepastian hukum menjadi daya tarik utama Malaysia.

Selain itu, Malaysia menawarkan pajak yang relatif rendah, pertumbuhan ekonomi yang stabil, dan harga properti yang kompetitif di Asia Tenggara.

4fb76b8b4aa755bc7bbd323df2792608.jpg
Berita

Fenesia-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan rebound atau kembali menguat hingga menyentuh level 8.000 seiring membaiknya fundamental ekonomi nasional dan kinerja perusahaan. Hal itu disampaikan Purbaya menanggapi pergerakan IHSG yang kembali naik setelah sempat berada di kisaran 5.900, Purbaya menilai pergerakan pasar saham pada akhirnya akan ditopang oleh fundamental perusahaan…