BeritaNasional

Air Keras Serang Aktivis: Jakarta, Bekasi, Babel Usut Tuntas!

81
×

Air Keras Serang Aktivis: Jakarta, Bekasi, Babel Usut Tuntas!

Sebarkan artikel ini
dari-jakarta-hingga-babel,-teror-air-keras-picu-kekhawatiran
dari jakarta hingga babel, teror air keras picu kekhawatiran

Jakarta – Kasus penyiraman air keras kembali marak. Kejadian ini terjadi di berbagai daerah, termasuk Jakarta dan Bangka Belitung.

Korban berasal dari berbagai latar belakang, termasuk aktivis. Hal ini menimbulkan kekhawatiran.

Berikut rangkuman kasus penyiraman air keras terbaru:

Jakarta – Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban. Ia disiram air keras oleh orang tak dikenal.

Motif pelaku masih misteri.

Andrie diserang pada Kamis (12/3) malam. Saat itu, ia baru saja menghadiri acara di kantor YLBHI.

“Mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) yang mengakibatkan luka serius di sekujur tubuh, terutama pada tangan, muka, dada, serta bagian mata,” kata Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, Jumat (13/3).

Empat anggota TNI telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka ditahan sejak 18 Maret 2026.

Penanganan perkara dilimpahkan ke Puspom TNI. Motif penyerangan belum terungkap.

Bekasi – Seorang pria di Tambun Selatan menjadi korban. Ia disiram air keras sepulang salat subuh pada Senin (30/3).

Polisi telah menangkap pelaku. Identitas dan motif belum diungkap.

“Iya [pelaku sudah ditangkap],” kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni, Kamis (2/4).

Detail kasus akan disampaikan dalam konferensi pers.

Berdasarkan video, korban terlihat kesakitan. Ia diserang dua pelaku yang mengendarai motor.

Bangka Belitung – Aktivis lingkungan, Muhammad Rosidi, diduga menjadi korban. Ia disiram air keras pada Senin (30/3) malam di Toboali.

Pelaku melemparkan cairan asam ke arah korban. Saat itu, Rosidi berada di dalam mobil.

Rosidi mengalami luka bakar.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, mendesak polisi mengusut kasus tersebut.

“Saya minta Kapolda Bangka Belitung tegas dan langsung turun tangan. Siapa pun pelakunya harus segera diungkapkan ke publik seterang-terangnya,” ujar Sahroni, Kamis (2/4).

Ia menilai pola penyerangan ini mengkhawatirkan. Terutama jika menyasar pihak-pihak yang kritis.

“Ini jelas teror terstruktur, bukan hanya buat aktivis, tetapi juga buat kita semua. Ini benar-benar sudah sangat mengkhawatirkan. Nah, ini baru lagi ketahuan ada kejadian di Babel. Besok siapa lagi? Bisa saja menimpa siapa pun di luar sana,” kata Sahroni.