Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,2% atau 11,92 poin ke level 5.925 pada penutupan perdagangan hari Jumat (10/7/2026).
Dilansir dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan indeks tersebut didorong oleh penguatan harga saham pada 364 perusahaan, sementara 241 emiten lainnya mengalami pelemahan dan 185 perusahaan stagnan.
Volume transaksi perdagangan selama sesi hari ini mencapai 18,41 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,91 juta kali.
Total nilai transaksi yang tercatat dalam sistem perdagangan mencapai Rp 8,8 triliun dengan kapitalisasi pasar keseluruhan berada di angka Rp 10.363 triliun.
Sebanyak delapan dari sebelas sektor yang terdaftar di bursa berhasil menguat dan ditutup di zona hijau.
Saham sektor pertambangan dan energi menunjukkan performa menonjol, seperti PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang melesat 4,37% ke harga Rp 2.390.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turut mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,64% hingga menyentuh level Rp 1.465 per saham.
Kenaikan juga dialami oleh PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang ditutup menguat 1,81% ke posisi Rp 338.
Aktivitas investor didominasi oleh saham-saham perbankan dan telekomunikasi dengan nilai transaksi yang cukup signifikan.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati posisi teratas dengan nilai transaksi mencapai Rp 852 miliar.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyusul di urutan kedua dengan total nilai perdagangan sebesar Rp 402 miliar.
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melengkapi daftar saham yang paling banyak diburu investor dengan nilai transaksi sebesar Rp 317 miliar.
Daftar saham dengan kenaikan tertinggi atau top gainers dipimpin oleh PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang melonjak 34,57% ke level 218.
PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) mengikuti dengan kenaikan sebesar 34,12% ke posisi 228.
Saham PT Elnusa Tbk (ELSA) juga mencatatkan apresiasi sebesar 8,26% hingga ditutup pada level 655.
Di sisi lain, daftar saham dengan penurunan terdalam atau top losers mencakup PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang terkoreksi 14,81% ke level 1.495.
PT Nitrasarana Sarana Tbk (JECX) mencatat pelemahan sebesar 13,86% ke level 1.430.
PT Bach Multi Global Tbk (BACH) melengkapi daftar koreksi dengan penurunan harga sebesar 9,09% ke posisi 500.
“Kondisi pasar saat ini mencerminkan dinamika sektor energi dan perbankan yang masih menjadi motor penggerak utama indeks,” kata seorang analis pasar modal.







