Ecozone

Pendiri Freeport, Jim Bob Moffett Meninggal Dunia

190
×

Pendiri Freeport, Jim Bob Moffett Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Pendiri Freeport meninggal dunia,jim bob
Source: Detik.net

FENESIA – Mantan CEO serta pendiri Freeport-McMoRan Inc., Jim Bob Moffett meninggal dunia pada Jumat (1/8) di Austin, Texas, Amerika Serikat. Ia meninggal akibat komplikasi Covid-19 pada usia 82 tahun.

Bubba, putra dari Jim Bob Moffet, mengatakan bahwa sebelum terkena Covid-19 pun sang ayah telah mengidap penyakit menahun. Penyakit tersebut pun semakin menggerogoti tubuh Jim saat ia terjangkit Covid-19 dan akhirnya meninggal pada Jum’at (1/8) lalu.

Jim sendiri terkenal sebagai pengusaha yang gigih dan merupakan ayah yang baik. Dikutip dariĀ Nola.com, Bubba menyebut Jim Bob Moffet sebagai pahlawannya.

Bahkan Mantan Wali Kota New Orleans (1986-1994) Sidney Barthelemy menyebut Jim Bob Moffet sebagai aset kota New Orlens. Hal ini karena menurut Bathelemy, Jim Bob Moffet membantu membangkitkan ekonomi kota tersebut pada periode pemerintahannya saat harga minyak turun dan sangat mempengaruhi perekonomian kota itu.

“Dia orang yang baik dan siap membantu. Dia aset yang luar biasa bagi kota ini,” ungkap Barthelemy.

Jim Bob mendirikan McMoRan Exploration bersama dua temannya, W K McWilliams Jr and B M Rankin pada 1969. Pada 1981, ia melakukan merger dengan Freeport Minerals Co dan menjadi Freeport-McMoran Copper & Gold Inc. Pada akhir-1988, Freeport-McMoRan memperoleh tambang Grasberg, aset paling berharga perusahaan yang ada di Indonesia. Grasberg kemudian menjadi salah satu tambang tembaga dan emas terbesar di dunia.

a1416c131a7b1b0db9ff437599c32139.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Peta kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) berubah drastis dalam beberapa bulan terakhir. Setelah sempat dikuasai saham konglomerasi, posisi saham dengan market cap terbesar kini kembali ditempati PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Per Selasa (19/5/2026), tidak ada lagi saham di BEI yang memiliki kapitalisasi pasar di atas Rp 1.000 triliun. Padahal pada penutupan 2025, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)…

8818e523af8182e067fa1c252bd47301.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Kinerja emiten properti diproyeksikan lesu di tengah pelemahan rupiah dan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang diproyeksikan naik pada Mei ini. Pada Selasa (19/5/2026), rupiah ditutup di level Rp 17.706 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini melemah 0,21% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.668 per dolar AS. Lagi-lagi, ini adalah posisi penutupan terburuk rupiah sepanjang masa. Ketidakberdayaan rupiah ini…