Jakarta – Unjuk rasa buruh di Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026) dikawal ketat polisi.
Sebanyak 1.659 personel gabungan diterjunkan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan kehadiran polisi bukan untuk membatasi.
“Kita hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat,” ujarnya.
Personel tidak membawa senjata api.
Mereka diperintahkan mengedepankan sikap humanis, persuasif, dan profesional.
Polisi juga disiagakan di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Antisipasi pergerakan massa dari Komite Eksekutif Partai Buruh.
Reynold mengingatkan peserta aksi menjaga ketertiban.
Massa diminta tidak provokasi, menutup jalan, atau anarkis.
“Agar massa aksi tidak melawan petugas dan bersama-sama menjaga ketertiban,” katanya.
Polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional.
Pengguna jalan diimbau mencari jalur alternatif.
“Pengaturan lalu lintas bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan eskalasi jumlah massa di lapangan,” kata Reynold.
“Kami mohon kerja sama semua pihak agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” imbuhnya.
Aksi buruh diduga terkait UMP DKI Jakarta 29-30 Desember 2025.
Presiden KSPI, Said Iqbal, mengatakan aksi akan digelar di depan Istana Negara atau Gedung DPR/MPR RI.
“Aksi besar-besaran, ini aksi awalan, untuk aksi awalan besar-besaran serempak dua hari di Istana Negara dan atau DPR RI,” ujar Said Iqbal.
“Aksi serempak dua hari di Istana Negara dan atau DPR RI pada tanggal 29 Desember 2025 dan dilanjutkan tanggal 30 Desember 2025 di tempat yang sama,” pungkasnya.






