FeedSport

Arsenal Kalahkan Crystal Palace Lewat Adu Penalti Dramatis, Arteta Kecewa

74
×

Arsenal Kalahkan Crystal Palace Lewat Adu Penalti Dramatis, Arteta Kecewa

Sebarkan artikel ini
70a58a64ac22d0ff8e6d7efcf7f5bde1.jpg
70a58a64ac22d0ff8e6d7efcf7f5bde1.jpg

Fenesia – Arsenal memastikan tempat di semifinal Piala Liga Inggris 2025-2026 setelah drama adu penalti melawan Crystal Palace. Pertandingan yang digelar di Stadion Emirates, Rabu (24/12/2025) dini hari WIB, berakhir imbang 1-1 hingga waktu normal, sebelum akhirnya The Gunners menang 8-7 dalam adu penalti.

Gol bunuh diri Maxence Lacroix pada menit ke-80 sempat membawa Arsenal unggul, namun Marc Guehi membalas untuk Crystal Palace di menit 90+5, memaksa pertandingan berlanjut ke adu tos-tosan.

Dalam adu penalti, seluruh delapan penendang Arsenal sukses menjalankan tugasnya. Odegaard, Rice, Saka, Trossard, Merino, Calafiori, Timber, dan Saliba tanpa cela menjebol gawang lawan.

Sementara dari kubu Crystal Palace, hanya Mateta, Devenny, Hughes, Sosa, Lerma, Wharton, dan Uche yang berhasil mencetak gol. Penalti Lacroix berhasil digagalkan kiper Arsenal, Kepa.

Kemenangan ini mengantarkan Arsenal ke babak semifinal, di mana mereka akan menghadapi rival sekota, Chelsea, dalam derbi London yang sengit.

Mikel Arteta, pelatih Arsenal, memuji semangat juang timnya. “Saya sangat senang dengan banyaknya perubahan yang dilakukan, kekompakan, energi, dan kualitas yang ditunjukkan tim,” ujarnya, seperti dikutip dari Sky Sports.

Arteta mengakui Crystal Palace adalah tim yang kuat dan terorganisir. Ia menyayangkan sejumlah peluang yang gagal dikonversi menjadi gol.

“Seharusnya selisihnya jauh lebih besar setelah 94 menit. Tapi kenyataannya tidak, dan ketika itu terjadi, tim lawan memiliki kualitas untuk membantu kita dalam situasi bola mati, dan kita kebobolan gol,” katanya.

Pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner, memberikan pujian khusus kepada kipernya, Walter Benitez, yang tampil gemilang di babak kedua.

“Babak kedua, saya bangga. Kipernya benar-benar hebat, yang membuat kami tetap dalam permainan,” kata Glasner.

Glasner juga mengaku puas dengan penampilan timnya, terutama di babak kedua. “Kami lebih berani dan jauh lebih agresif. Kami lebih banyak bermain di separuh lapangan mereka,” pungkasnya.