Berita

Janice Tjen Ukir Sejarah Baru bagi Tenis Indonesia di Wimbledon

10
×

Janice Tjen Ukir Sejarah Baru bagi Tenis Indonesia di Wimbledon

Sebarkan artikel ini
cf26c1be932c08ef355434b664f9de74.jpg
cf26c1be932c08ef355434b664f9de74.jpg

London, Fenesia.com – Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, mencatatkan tinta emas dalam sejarah tenis nasional setelah sukses menembus babak utama turnamen Grand Slam Wimbledon 2026.

Keberhasilan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang Indonesia selama lebih dari dua dekade untuk kembali memiliki wakil di sektor tunggal putri ajang bergengsi tersebut.

Janice Tjen tercatat sebagai petenis tunggal putri pertama yang mampu menembus babak utama Wimbledon sejak terakhir kali dilakukan oleh Angelique Widjaja pada tahun 2004.

Pada laga pembuka yang berlangsung di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Senin (29/6/2026), petenis berusia 24 tahun itu tampil impresif.

Ia sukses menumbangkan unggulan asal Kanada, Leylah Fernandez, dalam dua set langsung dengan skor 6-1, 7-6(3).

Kemenangan ini menjadi bukti dominasi Janice atas Fernandez, setelah sebelumnya ia juga mencatatkan hasil positif pada turnamen Australia Open 2026 dan Dubai Open 2026.

Langkah atlet asal Jakarta ini berlanjut hingga ke babak kedua Wimbledon 2026 sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan Daria Kasatkina dengan skor ketat 7-6(5), 1-6, 4-6.

Meskipun terhenti, pencapaian tersebut menempatkan Janice sebagai petenis tunggal Indonesia pertama yang berhasil melaju ke babak kedua Wimbledon sejak tahun 2003.

“Jadi saya pastinya senang, kalau bisa menjadi bagian dari sejarah tenis Indonesia,” ujar Janice Tjen sebagaimana dikutip dari BBC.

Ia menyadari bahwa kariernya di level profesional baru saja memasuki fase krusial pada musim ini.

“Tapi, saya juga baru memulai perjalanan di tenis profesional dan ini tahun pertama main dengan jadwal penuh di tur WTA,” tutur atlet yang berada di bawah asuhan pelatih Chris Bint tersebut.

Janice mengungkapkan komitmennya untuk terus meningkatkan kemampuan demi konsistensi performa di masa depan.

“Saya akan banyak belajar tahun ini. Semoga ke depannya bisa terus, bisa bermain dan kembali lagi di Wimbledon,” tambahnya.

Selain turun di nomor tunggal, Janice juga berpartisipasi pada nomor ganda putri dengan menggandeng rekan senegaranya, Aldila Sutjiadi.

Pasangan yang pernah meraih gelar juara event WTA dan medali emas SEA Games ini sempat menunjukkan performa solid pada putaran pertama.

Mereka sukses melakukan revans atas rival lama mereka, Harriet Dart dan Maia Lumsden, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-4.

Namun, perjuangan duo Indonesia tersebut harus terhenti pada babak kedua setelah melalui pertarungan sengit.

Janice dan Aldila takluk dari pasangan Elena-Gabriela Ruse dan Marta Kostyuk melalui drama tie break yang berakhir dengan skor 4-6, 6(8)-7.

Kendati perjalanan di London telah usai, performa Janice Tjen di sepanjang turnamen Wimbledon 2026 menjadi sinyal positif bagi perkembangan dunia tenis profesional Indonesia di kancah internasional.