Berita

DPR RI Percepat Penanganan Pascabanjir Solok, Fokus Bronjong

87
×

DPR RI Percepat Penanganan Pascabanjir Solok, Fokus Bronjong

Sebarkan artikel ini
cegah-banjir-susulan,-zigo-rolanda-instruksikan-pemasangan-bronjong-di-junjung-sirih
cegah banjir susulan, zigo rolanda instruksikan pemasangan bronjong di junjung sirih

Solok – Komisi V DPR RI bergerak cepat menangani dampak banjir bandang di Muaro Pingai, Kabupaten Solok. Penambahan alat berat dan pemasangan bronjong menjadi prioritas utama untuk memulihkan kondisi pascabencana.

Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, meninjau langsung progres penanganan di lokasi terdampak, Kecamatan Junjung Sirih, Senin (15/12/2025).

Tinjauan ini bertujuan memastikan penanganan darurat berjalan efektif, terutama pada infrastruktur sungai dan jembatan yang rusak parah akibat terjangan banjir.

Zigo didampingi Wakil Bupati Solok, perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), serta anggota DPRD provinsi dan kabupaten.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan mempercepat pemulihan akses dan pengamanan pemukiman warga yang terisolasi.

Zigo menjelaskan, banjir telah menghancurkan jembatan yang menjadi urat nadi transportasi warga setempat.

Tim gabungan telah bekerja keras selama 15 hari terakhir, mengerahkan alat berat dari berbagai instansi untuk penanganan darurat.

“Kami sudah mengevaluasi hasil kerja selama 15 hari ini. Titik-titik prioritas sudah ditetapkan, dan gambar kerja dari BWS siap dieksekusi,” ujar Zigo saat meninjau lokasi.

Untuk mempercepat normalisasi sungai, Zigo memastikan penambahan satu unit alat berat untuk mengeruk material banjir yang menyebabkan pendangkalan.

Selain pengerukan, pemasangan bronjong di titik-titik rawan menjadi fokus utama untuk melindungi jembatan dan rumah warga dari gerusan arus sungai.

“Material bronjong akan tiba besok. Ini sangat mendesak karena tanpa penguatan dinding sungai, arus air akan terus mengikis lahan dan memicu banjir susulan,” tegasnya.

Zigo juga meminta dukungan penuh dari masyarakat selama proses pengerjaan berlangsung.

Kerja sama warga sangat penting, terutama jika ada lahan yang terdampak sementara oleh aktivitas alat berat.

Zigo menekankan, upaya ini masih dalam tahap penanganan darurat untuk meminimalisir risiko bencana susulan.

Perbaikan permanen membutuhkan perencanaan yang lebih matang dan waktu yang lebih panjang.

“Kami mengapresiasi sinergi semua pihak. Komisi V DPR RI berkomitmen mengawal proses ini hingga tuntas demi keselamatan masyarakat,” pungkas Zigo.