Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia telah disiapkan secara optimal menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Langkah ini dilakukan untuk menjaga stamina, kesehatan, serta kenyamanan jemaah selama menjalani rangkaian ibadah.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyatakan bahwa operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M hingga hari ke-28 berjalan dengan baik berkat pendampingan petugas di seluruh titik layanan.
“Alhamdulillah, hingga hari ke-28 operasional haji, layanan bagi jemaah terus berjalan baik. Fokus kami saat ini adalah memperkuat kesiapan menjelang Armuzna, termasuk layanan konsumsi yang menjadi bagian penting dalam menjaga stamina dan kesehatan jemaah,” ujar Maria di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Data terbaru mencatat sebanyak 464 kloter dengan 179.463 jemaah dan 1.851 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 455 kloter yang terdiri dari 175.682 jemaah dan 1.820 petugas telah tiba di Makkah. Sementara itu, kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, telah mencapai 190 kloter dengan 72.904 jemaah, ditambah 12.180 jemaah haji khusus.
Maria menjelaskan bahwa fase Armuzna merupakan periode yang sangat padat dan kompleks, sehingga membutuhkan kesiapan layanan yang cepat, aman, dan terukur.
“Fase Armuzna adalah fase yang sangat padat dan kompleks. Karena itu, layanan konsumsi harus dipastikan berjalan baik. Bagi kami, konsumsi bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi bagian penting dari ikhtiar menjaga kesehatan dan stamina jemaah agar dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk,” tegasnya.
Pemerintah menerapkan skema katering Ready To Eat atau makanan siap santap untuk mendukung kebutuhan jemaah. Skema ini dipilih karena mempertimbangkan kecepatan distribusi, kemudahan konsumsi, daya tahan makanan, serta pemenuhan standar gizi dan kebersihan.
“Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa nusantara agar lebih sesuai dengan selera jemaah Indonesia. Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jemaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi,” jelas Maria.
Selama fase Armuzna, jemaah akan menerima total 15 porsi makanan, ditambah enam porsi makanan tambahan pada fase pra-Armuzna dan pasca-Armuzna. Kemenhaj memastikan seluruh makanan siap santap akan terdistribusi ke hotel-hotel jemaah pada 6 Dzulhijjah 1447 H atau 23 Mei 2026.
“Pengawasan dilakukan sejak proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Kami memastikan makanan yang diterima jemaah layak, higienis, aman dikonsumsi, dan mendukung kebutuhan fisik jemaah selama fase puncak haji,” tambah Maria.
Menjelang puncak haji, Maria mengimbau jemaah untuk menjaga pola makan, memperbanyak minum air putih, makan tepat waktu, serta mengurangi aktivitas fisik yang tidak mendesak.
“Jaga kesehatan, hemat tenaga, makan tepat waktu, dan ikuti arahan petugas. Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menjalani puncak ibadah haji,” tutupnya.







