Life

15 MUA Tuli Siap Ramaikan Industri Kecantikan Indonesia

98
×

15 MUA Tuli Siap Ramaikan Industri Kecantikan Indonesia

Sebarkan artikel ini
7b40f2b98db4ed14fe31dc99320515a9.jpg
7b40f2b98db4ed14fe31dc99320515a9.jpg

Jakarta – Lima belas penata rias (MUA) disabilitas rungu atau teman Tuli resmi melangkah ke panggung industri kecantikan profesional setelah merampungkan program pelatihan intensif “MUA Tuli Bakti BCA 2025”. Acara kelulusan yang bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional pada Rabu, 3 Desember 2025, di Tugu Kunstkring Paleis, Jakarta, menjadi penanda kesiapan mereka bersaing di dunia profesional, sekaligus menegaskan komitmen PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dalam menciptakan ruang kesempatan yang setara bagi talenta disabilitas.

Direktur BCA, Lianawaty Suwono, menekankan pentingnya membuka peluang bagi setiap individu untuk berkembang tanpa batasan. “Program MUA Tuli Bakti BCA membuktikan bagaimana peluang yang setara dapat membuka semakin banyak kesempatan bagi talenta-talenta baru di dunia profesional untuk tampil dan diakui,” ujarnya, menyoroti prinsip kesetaraan yang menjadi fondasi inisiatif sosial perusahaan.

Dalam acara bertajuk “Dari Ruang yang Setara, Hadir Dampak yang Lebih Bermakna” tersebut, ke-15 lulusan MUA Tuli memamerkan kepiawaian mereka melalui peragaan busana yang menampilkan koleksi IKAT Indonesia karya desainer Didiet Maulana, dipadukan dengan aksesori dari Tulola. Para MUA Tuli ini tidak hanya merias model, tetapi juga menjadi bukti nyata kualitas karya yang lahir dari keberagaman talenta. Acara juga dibuka dengan sesi bincang-bincang inspiratif dan demo rias bersama Puteri Indonesia Kebudayaan 2025 Syafira Mardhiyah.

Sebelum dinyatakan siap terjun ke industri, para MUA Tuli ini telah menjalani serangkaian pelatihan komprehensif. Mereka dibekali berbagai keterampilan seperti tata rias, tata rambut, dan nail art, serta mendapatkan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Selain itu, pelatihan juga mencakup kelas manajemen keuangan dari staf BCA dan pengelolaan media sosial oleh makeup influencer Isabelle Farradiva, mempersiapkan mereka sebagai pengusaha MUA yang berkelanjutan. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Yayasan Perempuan Tangguh Indonesia (PTI).

Creative Director IKAT Indonesia, Didiet Maulana, mengapresiasi talenta para MUA Tuli. “Industri kreatif hanya bisa berkembang jika semua talenta diberi ruang. Sudah saatnya kita membuka peluang yang lebih inklusif bagi teman-teman disabilitas, karena karya terbaik lahir dari keberagaman,” kata Didiet, yang juga mengaku kagum dengan hasil riasan para MUA Tuli pada model-model peragaan busana.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyatakan harapannya agar pelatihan dan pendampingan ini dapat meningkatkan daya saing para peserta di industri kecantikan dan memberikan efek berkelanjutan. “Kami percaya individu yang berdaya akan mampu memberdayakan komunitasnya, dan komunitas yang berdaya akan memberi manfaat bagi lingkungannya,” pungkasnya, menegaskan visi program untuk menciptakan dampak yang lebih luas.