Ecozone

Penemuan Kerangka di Kwitang: Misteri Farhan dan Reno Belum Terpecahkan

79
×

Penemuan Kerangka di Kwitang: Misteri Farhan dan Reno Belum Terpecahkan

Sebarkan artikel ini
61e035b210f1868712e7f765e4386ee9.jpg
61e035b210f1868712e7f765e4386ee9.jpg

Jakarta – Kepolisian telah mengidentifikasi dua kerangka manusia yang ditemukan di Gedung Astra Credit Companies (ACC) Kwitang, Jakarta Pusat, sebagai Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputradewo. Keduanya merupakan dua orang yang dilaporkan hilang usai demonstrasi pada Agustus 2025. Namun, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), organisasi yang mendampingi pencarian Farhan dan Reno, masih memiliki sejumlah pertanyaan terkait temuan ini.

Salah satu pertanyaan besar KontraS adalah mengenai jejak digital Farhan yang sempat aktif. Menurut polisi, Farhan sempat menggadaikan ponsel sekaligus nomornya di wilayah Jakarta Utara sebelum mengikuti demonstrasi di Kwitang, Jakarta Pusat.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mempertanyakan apakah kepolisian telah mengidentifikasi kemungkinan peretasan akun media sosial milik Farhan. Akun Instagram dan Facebook milik Farhan, bahkan akun WhatsApp-nya, sempat aktif dan membalas pesan dari keluarganya selama ia dinyatakan hilang. KontraS menduga seseorang meretas akun-akun tersebut.

KontraS juga menilai polisi terkesan terlalu cepat menyimpulkan identitas kedua kerangka manusia di ACC Kwitang. Dimas mengungkapkan, sejak awal koordinasi dengan keluarga dan KontraS tentang temuan ini, polisi telah memberikan kesan bahwa kedua kerangka itu adalah Farhan dan Reno.

“Kami waktu itu langsung bertanya, kenapa langsung menuju kesimpulan bahwa dua kerangka yang ditemukan di gedung ACC Kwitang itu adalah kerangkanya Farhan dan juga Reno,” kata Dimas di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat, 7 November 2025.

Selain itu, KontraS mempertanyakan apakah betul kedua kerangka telah berada di posisi yang sama, yakni di lantai dua Gedung ACC Kwitang, sejak gedung itu dibakar pada 29 Agustus 2025. Dimas mengingatkan bahwa polisi telah melepas garis polisi dari tempat kejadian perkara setelah pemeriksaan pada 19 September lalu.

“Apakah tidak mungkin kalau misalnya dalam rentang waktu setelah 19 September sampai 29 Oktober, juga ada dugaan atau kemungkinan bahwa ada orang yang menaruh kerangka itu?” ujar Dimas.

Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Pusat menerima laporan penemuan dua kerangka manusia dalam keadaan hangus di lantai dua gedung ACC di Kwitang pada 30 Oktober 2025. Kedua jenazah ditemukan tertimbun plafon gedung yang terbakar.

Laporan penemuan tersebut diterima kepolisian dari tim teknis gedung ACC yang sedang mengecek konstruksi untuk merenovasi gedung itu. Gedung ACC dibakar oleh massa dalam demonstrasi yang berujung rusuh di depan Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob), Kwitang, Jakarta Pusat, pada 29 Agustus 2025. Farhan dan Reno merupakan dua orang terakhir dalam daftar orang hilang demonstrasi Agustus – September 2025 yang dihimpun oleh KontraS, dengan keduanya terakhir diketahui berada di kawasan Mako Brimob, Kwitang.