Berita

Prabowo Umumkan Nama Penerima Gelar Pahlawan Nasional di Hari Pahlawan

93
×

Prabowo Umumkan Nama Penerima Gelar Pahlawan Nasional di Hari Pahlawan

Sebarkan artikel ini
21cc215d9faff29cef3cd0eb24d6a514.jpg
21cc215d9faff29cef3cd0eb24d6a514.jpg

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan mengumumkan penerima gelar pahlawan nasional pada Senin, 10 November 2025. Pengumuman ini akan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa akan ada keputusan resmi mengenai pemberian gelar tersebut. Ia menyampaikan hal ini di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat, 7 November 2025.

Jumlah total penerima gelar pahlawan nasional belum dapat dipastikan. Namun, Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon, sebelumnya menginformasikan bahwa terdapat 24 nama calon yang masuk daftar prioritas. Secara keseluruhan, pemerintah mengkaji 49 nama yang diusulkan.

Menurut Prasetyo, seluruh usulan pahlawan nasional telah melalui prosedur yang berlaku. Pernyataan ini sekaligus menanggapi adanya pro dan kontra terkait usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto.

“Bahwa ada pro kontra, bahwa ada yang mungkin setuju mungkin tidak itu bagian dari aspirasi. Tetapi marilah sekali lagi kita mengajak semuanya untuk melihat yang positif. Melihat yang baik,” tandas Prasetyo.

Sebelumnya, pemerintah memang tengah menggodok 49 nama yang diusulkan sebagai pahlawan nasional. Beberapa nama yang mencuat antara lain Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, hingga aktivis buruh Marsinah.

Usulan nama-nama tersebut datang dari berbagai unsur, bahkan dari tingkat kabupaten/kota. Tidak jarang, nama-nama yang diusulkan memicu perdebatan di masyarakat. Belum lama ini, sebanyak 500 aktivis dan akademisi menyatakan penolakan terhadap rencana pemberian gelar pahlawan nasional untuk Soeharto, termasuk Kepala Badan Sejarah Indonesia DPP PDI-P Bonnie Triyana.

Di sisi lain, terdapat pula pihak yang mendukung usulan tersebut. Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, misalnya, sempat menemui Prabowo pada awal pekan untuk mengusulkan Soeharto sebagai pahlawan nasional.