KulineRUN

ESDM: Cadangan Batu Bara RI Melimpah, Didominasi Kalori Rendah

139
×

ESDM: Cadangan Batu Bara RI Melimpah, Didominasi Kalori Rendah

Sebarkan artikel ini
201346b92269362056ace79af575afe4.jpg
201346b92269362056ace79af575afe4.jpg

Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan cadangan batu bara di Indonesia mencapai 31,95 miliar ton pada tahun ini. Mayoritas cadangan tersebut didominasi oleh batu bara berkalori rendah, menimbulkan tantangan serius terkait daya saing di pasar global dan pemenuhan kebutuhan energi domestik.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Surya Herjuna, menyampaikan informasi ini dalam acara 2nd Coalindo Coal Conference di Jakarta, Rabu, 5 November 2025. Ia merinci, sekitar 73 persen cadangan atau 24,1 miliar ton adalah batu bara berkalori rendah.

Sementara itu, cadangan batu bara berkalori menengah tercatat sebesar 4,5 miliar ton (sekitar 8 persen), dan kalori tinggi hanya 3,4 miliar ton (sekitar 5 persen). Surya menilai, dari segi sumber daya, Indonesia saat ini tidak terlalu kompetitif.

Total cadangan ini lebih sedikit daripada keseluruhan sumber daya batu bara yang terdata mencapai 97,96 miliar ton. Komposisi sumber daya tersebut meliputi 67,3 miliar ton berkalori rendah, 15,5 miliar ton berkalori menengah, dan 15,1 miliar ton berkalori tinggi.

“Biasanya lokasi di lahan kawasan hutan yang susah dibuka, otomatis kita akan kesulitan bersaing di pasar dunia,” kata Surya, menjelaskan salah satu kendala dalam pemanfaatan sumber daya.

Di sisi lain, pembangkit listrik di dalam negeri masih sangat bergantung pada batu bara berkalori menengah dan tinggi. Kondisi ini menciptakan tarik-menarik antara kebutuhan dalam negeri dan persaingan di dunia internasional karena permintaan yang tinggi.

Jika dibandingkan dengan Cina, produksi negara tersebut jauh lebih besar, mendekati 4 miliar ton. Sementara itu, produksi batu bara Indonesia pada periode Januari-September 2025 baru mencapai 584,168 juta ton, masih jauh dari target produksi 739,674 juta ton. “Ekspor kita ke Cina sampai sekarang cuma 120 juta ton,” ucapnya.

Untuk menjaga daya saing, Kementerian ESDM akan mencari solusi agar sumber daya yang ada tidak dieksploitasi secara besar-besaran. Upaya ini diharapkan juga dapat menjaga harga batu bara tetap kompetitif di pasar global.

bbc4f18b83e39aa7940e1e95a4e73877.jpg
KulineRUN

Belakangan ini, daging grass-fed semakin sering dibicarakan karena dianggap lebih sehat dan alami dibanding daging biasa. Di media sosial, istilah ini bahkan kerap dikaitkan dengan pola makan sehat hingga gaya hidup premium untuk hewan ternak. Namun, tidak sedikit orang yang masih bertanya-tanya, apakah daging grass-fed memang benar lebih bergizi a…