FeedSport

Media Asing Soroti Kegagalan Indonesia ke Piala Dunia, Singgung Pemecatan Shin Tae-yong

90
×

Media Asing Soroti Kegagalan Indonesia ke Piala Dunia, Singgung Pemecatan Shin Tae-yong

Sebarkan artikel ini
a00bc6c2d3dea54be2a42d1d5db64ec6.jpg
a00bc6c2d3dea54be2a42d1d5db64ec6.jpg

Fenesia – Tim Nasional Indonesia dipastikan gagal melangkah ke Piala Dunia 2026 setelah menelan kekalahan beruntun dari Arab Saudi dan Irak pada Putaran Keempat Kualifikasi Zona Asia. Kegagalan di dua laga penting ini memupus harapan skuad Garuda dan memicu sorotan tajam dari berbagai media asing, yang mempertanyakan kondisi tim serta masa depan pelatih Patrick Kluivert.

Sejumlah media internasional, termasuk dari Vietnam dan Korea Selatan, ramai menyoroti kinerja tim yang banyak diperkuat pemain naturalisasi tersebut. Mereka menilai, kegagalan ini berpotensi meruntuhkan semangat skuad. Sementara itu, Patrick Kluivert sendiri mengakui belum memiliki rencana lanjutan setelah Timnas tersingkir dari babak kualifikasi.

Sebuah media Vietnam menyoroti kegagalan Timnas Indonesia dalam artikel berjudul “Timnas Indonesia: Mimpi Piala Dunia yang Pupus dan Hasil Tak Terduga” yang diterbitkan pada Minggu (12/10/2025). Laporan tersebut menggambarkan suasana di Stadion King Abdullah, Arab Saudi, di mana ribuan suporter Indonesia tetap bertahan usai pertandingan dan meneriakkan nama Shin Tae-yong.

Seruan tersebut diartikan sebagai bentuk protes terhadap pelatih Patrick Kluivert sekaligus dukungan agar Shin Tae-yong kembali menukangi Timnas. Media tersebut mempertanyakan, apakah hasil pertandingan akan berbeda jika Shin Tae-yong masih melatih Skuad Garuda.

Mereka menilai, PSSI mungkin terlalu terburu-buru menunjuk Patrick Kluivert, terutama setelah Ketua Umum PSSI Erick Thohir memecat Shin Tae-yong saat performa tim sedang meningkat. Kluivert dinilai belum memahami karakter sepak bola Asia dan belum menunjukkan hasil signifikan.

Media Vietnam tersebut juga membandingkan Kluivert dengan Philippe Troussier, mantan pelatih Vietnam, yang mencoba menerapkan gaya permainan modern berbasis penguasaan bola di Asia Tenggara. Keduanya dianggap terlalu kaku dan mekanis, serta tidak mampu beradaptasi dengan situasi di lapangan. Pelatih asal Korea Selatan seperti Park Hang-seo atau Shin Tae-yong dinilai lebih cocok memimpin tim Asia Tenggara untuk hasil jangka pendek.

Lebih lanjut, permasalahan Indonesia disebut tidak hanya terletak pada sosok pelatih, melainkan juga pada kualitas dan kematangan tim nasional yang belum stabil. Media itu membandingkan kegagalan tim senior di bawah Kluivert dan tim U23 di bawah Shin Tae-yong, yang sama-sama tersingkir di fase penentuan menuju panggung besar dunia, baik di Olimpiade Paris maupun Piala Dunia 2026.

Secara spesifik, tim U23 Indonesia sempat menyingkirkan Korea Selatan dan melaju ke semifinal, namun kalah dari Uzbekistan, Irak, dan Guinea. Pola serupa terjadi pada tim senior yang berhasil menembus babak keempat kualifikasi Piala Dunia, tetapi tumbang dari Irak dan Arab Saudi.

Senada, sebuah media Korea Selatan menyoroti kegagalan Timnas Indonesia lewat artikel berjudul “Indonesia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026 Setelah Pemecatan Shin Tae yong”. Laporan tersebut menyoroti keputusan mengejutkan PSSI yang memecat pelatih Shin Tae-yong pada Januari 2025.

Disebutkan bahwa Indonesia yang memecat Shin Tae-yong secara mendadak dengan alasan membutuhkan pemimpin yang lebih baik untuk tujuan jangka panjang, akhirnya gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 Zona Asia. Timnas Indonesia, di bawah asuhan pelatih asal Belanda Patrick Kluivert, harus mengakui keunggulan Irak dengan skor tipis 0–1 pada laga kedua Grup B babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Jeddah, Arab Saudi.

Kekalahan tersebut membuat Indonesia menelan dua kekalahan beruntun tanpa meraih satu poin pun, dan harus puas di peringkat ketiga Grup B, yang memastikan tersingkirnya mereka dari babak kualifikasi.

Media lokal Vietnam lainnya turut menyoroti kegagalan Timnas Indonesia setelah menelan kekalahan pahit dari Irak pada laga krusial babak keempat kualifikasi zona Asia. Disebutkan bahwa pertandingan tersebut merupakan laga penentuan, di mana Indonesia wajib meraih kemenangan untuk menjaga asa lolos ke putaran final.

Tim asuhan Patrick Kluivert telah tampil agresif sejak menit awal pertandingan, bahkan menguasai bola hingga 56 persen dan menciptakan sembilan peluang tembakan. Namun, sebagian besar tembakan tidak mengarah tepat ke gawang. Menjelang akhir laga, Irak harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Tahseen diganjar kartu kuning kedua, namun waktu yang tersisa terlalu singkat bagi Indonesia untuk menyamakan kedudukan.

Dengan kekalahan 0–1 tersebut, Timnas Indonesia resmi tersingkir dari babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.