FENESIA – Pabrikan motor India, Royal Enfield memilih membangun pabrik motornya di Thailand daripada di Indonesia. Rencananya, pabrik tersebut akan mulai beroperasi pada April 2021 mendatang.
Dikutip dari Asian Nikkei, fasilitas pabrik ini jadi yang kedua di luar India. Sebelumnya, Royal Enfield mendirikan pabrik di Argentina. Pabrik Royal Enfield akan mulai produksi pada April 2021 untuk mengekspansi pasar di Asia Tenggara.
“Kami membawa kesuksesan kami dari India ke Thailand dengan tujuan menjadi nomor satu di pasar sepeda motor menengah di Thailand,” ungkap CEO Royal, Enfield Siddhartha Lal dalam sebuah pernyataan.
Pabrik perakitan Royal Enfield itu terletak di Provinsi Chacoengsao, bagian dari zona industri yang sedang dipromosikan pemerintah Thailand. Fasilitas perakitan tersebut akan memproduksi sepeda motor di kelas 250 cc sampai 750 cc. Dalam perakitannya nanti, pabrik ini akan menggunakan 40 persen komponen lokal dan 60 persen komponennya masih diimpor dari India.
Seorang sumber Royal Enfield mengatakan pabrik akan memproduksi sekitar 4.500 hingga 5.000 unit pada tahun pertama yang juga menjadi target penjualan.
“Saya pikir kami telah mendapatkan basis pelanggan yang lebih besar di Thailand karena harga yang terjangkau dan acara pemasaran yang dirancang untuk menciptakan [basis pelanggan] Royal Enfield di Thailand,” kata sumber itu.
Memiliki fasilitas pabrik memang memangkas harga. Contohnya, Interceptor 650 dibanderol sekitar 219.000 baht ($ 7.000) atau sekitar Rp 103 jutaan. Sedangkan di Indonesia saat peluncuran 2019 silam, harganya hampir menyentuh Rp 200 juta.
Royal Enfield sangat-sangat serius dengan pasar Asia Tenggara terutama Indonesia dan Thailand. Tetapi pada akhirnya pabrikan asal India ini memilih Thailand untuk memproduksi motor di luar India.
Salah satu alasannya, karena penjualan motor Royal Enfield di Thailand menjanjikan. Volume penjualan Royal Enfield di negeri gajah putih itu meningkat dua kali lipat pada tahun 2019, sebanyak 3.146 unit.







