Layar

Prestasi Gemilang Sinema Indonesia di Cannes Film Festival

152
×

Prestasi Gemilang Sinema Indonesia di Cannes Film Festival

Sebarkan artikel ini
nggak-‘kaleng-kaleng’!-film-indonesia-siap-unjuk-gigi-di-festival-film-cannes
nggak ‘kaleng kaleng’! film indonesia siap unjuk gigi di festival film cannes

Jakarta – Indonesia menorehkan prestasi gemilang di Cannes Film Festival 2025 yang berlangsung 13-24 Mei. Kehadiran beragam film Indonesia di berbagai program festival bergengsi ini menegaskan potensi dan kualitas sinema Tanah Air di panggung global.

Film panjang debut Reza Rahadian, *Pangku*, dan film aksi *Ikatan Darah* produksi Iko Uwais, ikut serta dalam Marche du Film Cannes. Film animasi *Jumbo* yang telah meraih lebih dari 8 juta penonton, dan film ko-produksi internasional *Sleep No More* dari Palari Films juga meramaikan Marche du Film.

Lebih membanggakan lagi, film *Renoir*, hasil ko-produksi Indonesia, Jepang, Filipina, Singapura, dan Prancis, terpilih berkompetisi di ajang utama Cannes. Produser *Renoir*, Yulia Evina Bhara, yang tahun lalu berpartisipasi dalam Producers Network, tahun ini didapuk sebagai juri Semaine de La Critique (Critics Week).

Aktris senior Christine Hakim kembali ke Cannes sebagai produser *The Mourning Journey* yang disutradarai Garin Nugroho dan dibintangi Reza Rahadian. Film ini juga akan mencari kolaborator di Marche du Film. Puncaknya, “Indonesian Night” pada 17 Mei 2025 akan menjadi ajang promosi film Indonesia di hadapan peserta festival.

Partisipasi Indonesia di Cannes didorong oleh sinergi kuat antara pemerintah dan swasta. Direktur Jenderal Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menegaskan pemerintah berperan sebagai fasilitator dalam memperkuat ekosistem perfilman.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyebut keikutsertaan Indonesia di berbagai program Cannes sebagai tonggak penting bagi perfilman nasional. Ia berharap prestasi ini menginspirasi sineas Indonesia untuk berjaya di festival internasional lainnya.

Gubernur DKI Jakarta, melalui Mahendra, menyampaikan aspirasinya untuk menjadikan Jakarta sebagai Kota Sinema. Inisiatif ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Andika Permata, menambahkan bahwa industri film dapat menjadi motor penggerak peningkatan peringkat Jakarta sebagai kota global.

DKI Jakarta bahkan meluncurkan platform “Filming in Jakarta” di Marche du Film Cannes untuk menarik produksi film internasional.

Reza Rahadian dan Yulia Evina Bhara mengungkapkan bahwa pencapaian di Cannes merupakan buah dari proses panjang dan dukungan berkelanjutan.

Mereka mengapresiasi dukungan pemerintah dan peran festival film dalam negeri, seperti Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), dalam membuka pintu menuju panggung internasional. Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, menggarisbawahi kekompakan dan keberagaman genre film Indonesia.

Ia berkomitmen untuk meningkatkan kehadiran film Indonesia di festival internasional seperti Busan dan Toronto, guna memperluas jaringan dan memperkenalkan kualitas film Indonesia kepada dunia.