News

Gempa M 3,2 Guncang Bogor, Warga Pamijahan dan Leuwiliang Rasakan Getaran

6
×

Gempa M 3,2 Guncang Bogor, Warga Pamijahan dan Leuwiliang Rasakan Getaran

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi seismograf atau peta lokasi gempa bumi di wilayah Bogor, Jawa Barat.
Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 3,2 mengguncang wilayah Bogor dan sekitarnya pada Sabtu (8/8/2026).

Kota Bogor, Jawa Barat, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 3,2 pada Sabtu (8/8/2026) yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah setempat.

Dilansir dari jabar.jpnn.com, peristiwa seismik tersebut terjadi tepat pada pukul 06.45 WIB dengan episenter yang berlokasi di darat pada koordinat 6,72 derajat Lintang Selatan dan 106,63 derajat Bujur Timur.

Titik pusat gempa berada sekitar 22 kilometer barat daya Kota Bogor dengan kedalaman dangkal mencapai delapan kilometer.

Guncangan gempa dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah, terutama di Kecamatan Pamijahan yang mencatat skala intensitas II-III Modified Mercalli Intensity (MMI).

Skala intensitas tersebut menunjukkan getaran dirasakan nyata oleh beberapa orang di dalam rumah serta menyebabkan benda-benda ringan yang tergantung tampak bergoyang.

Wilayah Leuwiliang turut merasakan getaran dengan skala intensitas II MMI yang dampaknya serupa dengan wilayah Pamijahan.

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.

“Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut,” kata Hartanto.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa hingga pukul 07.30 WIB tidak terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock di lokasi kejadian.

Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya terkait peristiwa ini.

Pihak otoritas terkait meminta warga untuk selalu memantau kanal informasi resmi BMKG guna mendapatkan data akurat mengenai aktivitas seismik.

Kejadian gempa di wilayah Jawa Barat ini menjadi pengingat bagi penduduk setempat untuk senantiasa waspada terhadap potensi pergerakan sesar aktif di daratan.

Struktur geologi di kawasan Bogor memang dikenal memiliki sejumlah jalur sesar yang dapat memicu gempa dangkal sewaktu-waktu.

Langkah mitigasi bencana mandiri sangat disarankan bagi masyarakat yang tinggal di zona rawan gempa guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerusakan material.

Hingga laporan ini disusun, kondisi di lapangan dilaporkan masih kondusif dan aktivitas masyarakat di Kota Bogor kembali berjalan normal.

Pemerintah daerah bersama BPBD setempat terus melakukan koordinasi untuk memantau situasi pasca-kejadian demi memastikan keamanan warga tetap terjaga.

Pihak berwenang juga menegaskan pentingnya literasi bencana bagi warga agar mampu merespons guncangan gempa dengan langkah-langkah evakuasi yang tepat dan benar.

Data dari BMKG ini merupakan acuan utama bagi instansi terkait dalam menentukan langkah penanganan darurat jika terjadi eskalasi aktivitas seismik di masa mendatang.