Jakarta – Lembaga kajian Nusantara Centre resmi meluncurkan buku berjudul “Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan” pada Rabu (5/8/2026) sebagai upaya untuk mengarusutamakan kembali pemikiran ekonomi Pancasila di tengah dominasi kebijakan ekonomi liberal.
Dilansir dari Katadata, buku yang disusun oleh penulis Agus Rizal dan Dedi Setiadi ini dirancang untuk memperkenalkan kembali gagasan ekonomi mendalam dari ekonom senior Soemitro Djojohadikusumo.
Menurut Agus Rizal, karya tersebut tidak sekadar menyajikan biografi, melainkan membedah pemikiran ekonomi yang dianggap relevan untuk menjawab tantangan struktural yang dihadapi Indonesia saat ini.
“Jadi buku ini ingin menghidupkan para ekonom Pancasila,” kata Agus Rizal.
Ia menilai bahwa sistem ekonomi nasional saat ini telah terjangkit pengaruh neoliberalisme yang memicu munculnya praktik oligarki serta birokrasi korup.
Agus Rizal menyebut konsep yang ditawarkan dalam buku tersebut sebagai ekonomi kewarasan yang berbasis pada nilai-nilai dasar negara.
Pemilihan sosok Soemitro Djojohadikusumo sebagai tokoh utama didasarkan pada rekam jejaknya sebagai ekonom berpengaruh sekaligus ayah dari Presiden Prabowo Subianto.
Buku ini diharapkan dapat menjadi rujukan strategis bagi para pengambil kebijakan di tingkat pusat maupun daerah agar pembangunan ekonomi tetap berpijak pada fondasi Pancasila.
“Kami ingin memberikan usulan kebijakan yang searah dengan Pancasila sehingga para pimpinan bangsa memiliki pijakan yang berasaskan Pancasila,” kata Agus Rizal.
Salah satu tawaran konkret dalam buku tersebut adalah usulan penyusunan Rancangan Undang-Undang Perekonomian Nasional dan Sosial sebagai kerangka besar pembangunan ekonomi.
Agus Rizal berpandangan bahwa regulasi ekonomi yang berlaku saat ini masih bersifat terfragmentasi dan cenderung bercorak liberal.
“Kita membutuhkan suatu kerangka undang-undang perekonomian nasional yang berasaskan Pancasila,” kata Agus Rizal.
Rancangan tersebut secara teknis terdiri atas 31 kebijakan dan 148 pasal yang bertujuan mengembalikan semangat Pasal 33 UUD 1945.
Penyusunan buku ini melibatkan metode penelitian deskriptif kualitatif melalui telaah mendalam terhadap pidato, karya tulis, dan pemikiran Soemitro Djojohadikusumo.
Tim penulis juga melakukan wawancara dengan sejumlah tokoh yang memiliki kedekatan personal dengan ekonom tersebut semasa hidupnya.
Salah satu pemikiran yang disoroti adalah pendekatan proteksionisme dan penguatan kedaulatan ekonomi nasional dalam pengelolaan sumber daya alam.
Konsep pengelolaan sumber daya alam satu pintu diusulkan untuk meminimalkan praktik transfer pricing serta under invoicing yang merugikan negara.
“Kita ingin sumber daya alam Indonesia dikelola lebih baik sehingga tidak terjadi praktik-praktik yang merugikan negara,” kata Agus Rizal.
Buku ini ditujukan bagi kalangan akademisi, mahasiswa, serta masyarakat umum yang ingin mendalami dinamika ekonomi politik Indonesia.
Pihak Nusantara Centre berharap karya ini dapat menjadi referensi bagi pembaca dalam memahami konsep negara dan implementasi kebijakan ekonomi yang berkeadilan.






