Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada sesi perdagangan Selasa (14/7/2020) seiring dengan optimisme pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Dilansir dari riset MNC Sekuritas, penguatan IHSG didorong oleh peningkatan volume pembelian yang berhasil menembus level moving average 20 hari (MA20).
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa secara teknikal IHSG berada dalam fase yang mendukung kelanjutan tren kenaikan sehingga berpotensi menguji rentang level 6.083 hingga 6.254.
MNC Sekuritas menetapkan area support IHSG pada kisaran 5.839 hingga 5.607, sementara level resistance berada pada rentang 6.286 hingga 6.599.
Dalam analisisnya, support didefinisikan sebagai titik terendah harga saham yang memicu daya beli, sedangkan resistance merupakan titik tertinggi yang sering diikuti oleh aksi jual.
Strategi investasi yang disarankan oleh MNC Sekuritas adalah buy on weakness untuk saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada rentang Rp 2.780 hingga Rp 2.840 dengan target harga Rp 3.040 hingga Rp 3.190 serta level stoploss di bawah Rp 2.740.
Selain itu, PT Astra International Tbk (ASII) turut direkomendasikan untuk dibeli pada area Rp 4.490 hingga Rp 4.680 dengan target harga Rp 5.000 hingga Rp 5.250 dan stoploss di bawah Rp 4.350.
Senada dengan pandangan tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks memiliki peluang untuk menguji level resistance di kisaran 6.080 hingga 6.120.
Namun, investor diminta tetap waspada terhadap volatilitas harga minyak dunia yang berpotensi membatasi laju penguatan indeks domestik.
Sentimen positif utama datang dari lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings yang menegaskan kembali peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan prospek stabil.
Lembaga tersebut menilai pelemahan fiskal dan eksternal Indonesia bersifat sementara dan akan membaik seiring kenaikan harga komoditas serta optimalisasi penerimaan negara.
Menurut Phintraco Sekuritas, terjaganya peringkat kredit ini krusial dalam meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar saham domestik sehingga memicu arus masuk modal asing sebagai katalis rebound lanjutan IHSG.
S&P Global Ratings memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,1% pada 2026 sebelum melandai ke rata-rata 4,9% per tahun hingga 2029 yang didukung oleh belanja fiskal dan program hilirisasi.
Meski demikian, terdapat catatan mengenai risiko ketidakpastian implementasi kebijakan yang bisa memengaruhi sentimen investor serta menekan nilai tukar rupiah.
Rekomendasi saham pilihan dari Phintraco Sekuritas meliputi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), serta PT Astra International Tbk (ASII).







