Ecozone

Faktor Fundamental Dinilai Lebih Pengaruhi Pelemahan IHSG Dibanding Narasi Politik

23
×

Faktor Fundamental Dinilai Lebih Pengaruhi Pelemahan IHSG Dibanding Narasi Politik

Sebarkan artikel ini
de4110e64d0ec67db927957d0350ee39.jpg
de4110e64d0ec67db927957d0350ee39.jpg

JAKARTA, Fenesia.com – Ekonom Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Surya Vandiantara, menepis anggapan yang menghubungkan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan pidato kepala negara.

Menurutnya, fluktuasi pasar modal seharusnya berpijak pada faktor fundamental ekonomi, bukan sentimen politik sesaat.

Surya menegaskan bahwa kinerja emiten merupakan penentu utama pergerakan indeks di lantai bursa.

“Apabila kinerja perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa secara mayoritas mengalami penurunan pendapatan atau kerugian, maka sudah sewajarnya jika nilai IHSG ikut turun,” kata Surya dikutip dari analisis ekonomi, Rabu (22/5/2024).

Ia mencatat adanya anomali dalam kondisi pasar saat ini.

Meskipun indikator ekonomi makro menunjukkan tren positif, IHSG justru menunjukkan pelemahan yang tidak wajar.

Ketidakselarasan antara stabilitas kinerja perusahaan dengan penurunan indeks menjadi indikator kuat adanya intervensi pihak luar.

Surya menyoroti masifnya narasi yang sengaja mendiskreditkan Presiden melalui penurunan harga saham.

Kondisi ini memicu dugaan adanya aktor pasar yang bertindak di luar rasionalitas demi tujuan politik tertentu.

“Narasi ini mengindikasikan adanya investor nakal yang melakukan tindakan irasional di bursa, sehingga nilai IHSG mengalami penurunan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penurunan tersebut kemudian dikapitalisasi sebagai alat propaganda politik.

Tindakan investor yang berperilaku irasional ini dinilai berpotensi merusak ekosistem pasar modal yang sehat.

Praktik manipulatif tersebut merugikan investor yang telah melakukan kalkulasi fundamental secara cermat.

Selain itu, perusahaan-perusahaan yang memiliki performa baik ikut terkena dampak negatif dari sentimen buatan tersebut.

“Demi mencapai agenda politik kotor yang terselubung, mereka telah merugikan banyak pihak,” tegasnya.

Surya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berkembang.

Ia menekankan pentingnya bagi publik untuk melakukan literasi keuangan yang lebih mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

Pemerintah dituntut untuk tidak tinggal diam menghadapi fenomena ini.

Langkah pengawasan dan penindakan tegas sangat diperlukan untuk menjaga integritas bursa saham Indonesia.

“Pemerintah harus berani mengambil tindakan tegas pada perilaku irasional yang dilakukan investor nakal yang memiliki agenda politik, demi melindungi masyarakat luas,” pungkasnya.

Upaya tersebut dianggap krusial untuk memastikan mekanisme pasar berjalan berdasarkan hukum ekonomi, bukan kepentingan kelompok tertentu.

Stabilitas pasar modal merupakan cerminan dari kepercayaan investor terhadap sistem ekonomi nasional secara keseluruhan.

Oleh karena itu, segala bentuk manipulasi yang berbalut agenda politik harus segera dimitigasi oleh otoritas terkait.

Kepercayaan publik menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan IHSG di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis.