News

Iran Gelar Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Selama Sepekan

21
×

Iran Gelar Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Selama Sepekan

Sebarkan artikel ini
0e39eb99b3b1e9729b1585961df98f7f.jpg
0e39eb99b3b1e9729b1585961df98f7f.jpg

Teheran, Fenesia.com – Iran secara resmi memulai rangkaian prosesi pemakaman akbar bagi mendiang pemimpin tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, pada Sabtu (4/7).

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh untuk memberikan penghormatan terakhir bagi sang tokoh.

Pemerintah Iran memprediksi kehadiran sekitar 20 juta pelayat sepanjang rangkaian acara tersebut.

Jenazah Khamenei saat ini disemayamkan di kompleks Masjid Imam Khomeini Mosalla, Teheran.

Masyarakat diberikan akses luas untuk memberikan penghormatan di lokasi tersebut.

Setelah Teheran, iring-iringan jenazah akan melintasi kota pusat pendidikan agama, Qom.

Perjalanan berlanjut ke dua kota suci bagi umat Syiah di Irak, yakni Najaf dan Karbala.

Rangkaian panjang ini akan berakhir dengan pemakaman di kota kelahiran Khamenei, Mashhad, pada 9 Juli mendatang.

Pelaksanaan pemakaman ini sebenarnya sempat tertunda selama empat bulan.

Penundaan dilakukan karena konflik militer dengan Amerika Serikat dan Israel yang memuncak pada Maret lalu.

Keputusan untuk menggelar prosesi baru diambil setelah tercapainya kesepakatan damai sementara bulan lalu.

Waktu pelaksanaan ini bertepatan dengan momentum bulan suci Muharram bagi umat Syiah.

Suasana duka menyelimuti ibu kota sejak Sabtu pagi dengan padatnya kerumunan warga.

Televisi pemerintah menyiarkan peti jenazah Khamenei yang diselimuti bendera nasional Iran.

Peti tersebut ditempatkan di posisi tertinggi di atas panggung dengan hiasan sorban hitam khas mendiang.

Di sampingnya, terdapat peti jenazah anggota keluarga lainnya, termasuk peti berukuran kecil milik cucu Khamenei.

Cucu tersebut diketahui tewas dalam serangan yang sama yang merenggut nyawa Ayatollah Khamenei.

Terkait suksesi kepemimpinan, putra mendiang, Mojtaba Khamenei, telah ditunjuk sebagai penerus.

Namun, kondisi Mojtaba masih menjadi teka-teki karena ia menderita luka dalam akibat serangan tersebut.

Hingga saat ini, Mojtaba belum pernah muncul kembali di hadapan publik.

Upacara pemakaman ini menarik perhatian diplomatik internasional yang cukup signifikan.

Perwakilan dari berbagai negara hadir langsung, termasuk utusan dari Cina, Rusia, India, Pakistan, Turki, dan Irak.

Negara-negara Teluk Arab seperti Qatar, Oman, dan Arab Saudi juga mengirimkan delegasi.

Sejumlah kelompok milisi Timur Tengah yang berafiliasi dengan Iran turut hadir dalam prosesi tersebut.

“Acara tersebut merupakan referendum yang menunjukkan besarnya kekuatan Iran, sekaligus membantah narasi tentang keruntuhan, isolasi, serta keterasingan antara negara dan rakyat,” tulis surat kabar pemerintah Hamshahri dikutip dari Bloomberg, Sabtu (4/7).

Pemerintah Iran menerapkan pengamanan ketat, termasuk pembatasan ruang udara selama prosesi berlangsung.

Sebagian besar wilayah ibu kota ditutup untuk memastikan kelancaran pergerakan massa.

Pemerintah juga memberlakukan kebijakan libur nasional selama tiga hari bagi seluruh warga.

Peristiwa ini mengingatkan publik pada pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada tahun 1989.

Kala itu, lebih dari 10 juta orang menghadiri pemakaman Khomeini yang tercatat sebagai rekor kehadiran terbanyak di dunia.

Insiden berdesak-desakan pada pemakaman tahun 1989 sempat menelan delapan korban jiwa.