Hukum dan Kriminal

Drama Penangkapan Bupati Kuansing: KPK Sempat Kejar Pihak Tertentu

13
×

Drama Penangkapan Bupati Kuansing: KPK Sempat Kejar Pihak Tertentu

Sebarkan artikel ini
a1f9ba00d3b7476882d8713aa49eb2d2.jpg
a1f9ba00d3b7476882d8713aa49eb2d2.jpg

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan adanya upaya penghilangan jejak yang dilakukan oleh Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, saat tim penyidik melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing, Riau.

Proses pengejaran terhadap sang kepala daerah berlangsung dramatis karena tersangka sempat tidak ditemukan di kediamannya maupun di kantor pemerintahan.

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menyatakan bahwa tim di lapangan sempat kehilangan jejak Suhardiman dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Zulkarnain, sesaat sebelum operasi dilakukan.

Tim penyidik terpaksa memperluas cakupan pencarian hingga ke wilayah Pekanbaru untuk melacak keberadaan keduanya.

“Bupati kita cari ke rumah dinas, kemudian ke kantor pemerintahan Kabupaten Kuansing, tapi tim tidak menemukan posisi yang bersangkutan dan diduga memang sudah ke luar dari Kabupaten Kuansing,” kata Taufik dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (1/7).

Taufik menambahkan bahwa tim KPK di lapangan bahkan harus terbagi menjadi beberapa kelompok guna menyisir sejumlah lokasi strategis.

Dalam proses pencarian tersebut, penyidik KPK memperoleh informasi bahwa Suhardiman dan Zulkarnain sempat dijemput oleh pihak ketiga agar terhindar dari jangkauan petugas.

Meski mengetahui adanya keterlibatan pihak lain dalam upaya pelarian tersebut, Taufik menegaskan bahwa prioritas tim saat itu tetap berfokus pada penangkapan subjek hukum utama.

“Bahwa ada informasi pihak yang menjemput, itu juga sudah diketahui oleh tim, tetapi kita fokus pada saat itu mencari keberadaan SA dan ZKN,” ujarnya.

Pihak lembaga antirasuah kini tengah mendalami bagaimana informasi mengenai kedatangan tim KPK di Riau bisa bocor kepada pihak terkait.

Taufik menyebutkan bahwa laporan penyelidikan kasus ini sebenarnya sudah berjalan selama satu bulan sebelum eksekusi dilakukan.

Penyidik sedang menelisik apakah Suhardiman memiliki insting atau memang ada pihak internal yang membocorkan pergerakan tim KPK di lapangan.

Selain upaya melarikan diri, Suhardiman juga diduga berusaha menghilangkan barang bukti berupa sebuah mobil Toyota Land Cruiser yang disinyalir menjadi instrumen suap dalam perkara ini.

Bupati tersebut dilaporkan mendatangi sebuah showroom kendaraan untuk mengamankan atau menyembunyikan jejak mobil yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

“Pihak Bupati melakukan pengamanan dengan mendatangi showroom untuk menghilangkan jejak-jejak keberadaan mobil,” jelas Taufik.

Saat ini, status perkara telah ditingkatkan ke tahap penyidikan dengan menahan tiga tersangka utama.

Selain Suhardiman Amby dan Zulkarnain, KPK juga menahan Direktur Utama PT Mitra Ideal Consultant, Ardiles.

Suhardiman sendiri memilih untuk tidak berkomentar banyak terkait dugaan suap yang menjeratnya saat digiring menuju mobil tahanan.

“Terima kasih ya, mohon dukungannya, doanya ya,” ucap Suhardiman singkat saat ditahan.

KPK memastikan akan terus mengusut tuntas keterlibatan pihak lain serta mendalami seluruh aliran dana yang masuk ke dalam kantong pribadi maupun pihak terkait dalam skandal suap jabatan di Kabupaten Kuansing tersebut.