Ecozone

OJK Manfaatkan Hasil Tinjauan MSCI untuk Perkuat Pasar Modal RI

27
×

OJK Manfaatkan Hasil Tinjauan MSCI untuk Perkuat Pasar Modal RI

Sebarkan artikel ini
6e36be6c72eaa51cadb11663ac94b9a2.jpg
6e36be6c72eaa51cadb11663ac94b9a2.jpg

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 akan dijadikan sebagai masukan konstruktif untuk meningkatkan kualitas serta daya saing pasar modal domestik. Pernyataan ini merespons keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang resmi mempertahankan posisi Indonesia dalam kelompok Emerging Market.

Kendati status tersebut dipertahankan, MSCI memberikan catatan khusus dengan menurunkan penilaian pada kriteria arus informasi atau information flow Indonesia ke level negatif. Penurunan ini mencerminkan adanya persoalan terkait keterbukaan data kepemilikan saham serta aktivitas pasar yang dinilai masih terbatas.

Selain itu, MSCI kembali menyoroti sejumlah risiko utama yang membayangi pasar modal Indonesia. Beberapa poin yang menjadi perhatian adalah terbatasnya transparansi kepemilikan saham serta indikasi adanya praktik perdagangan terkoordinasi.

Hambatan lain yang dicatat oleh MSCI mencakup keterbatasan pasar valuta asing. Kondisi ini dipicu oleh ketiadaan pasar offshore yang efisien serta masih adanya pembatasan tertentu yang berlaku di pasar onshore, yang dinilai menjadi kendala bagi para investor global.

Sebelumnya, MSCI telah memperpanjang masa tinjauan terhadap pasar Indonesia pada April lalu. Berlanjut pada Mei, lembaga tersebut mengeluarkan enam perusahaan, yang mayoritas terafiliasi dengan kelompok konglomerat, dari indeks mereka. Langkah tersebut sempat memberikan tekanan tambahan pada pergerakan pasar saham nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa secara umum mayoritas aspek aksesibilitas pasar Indonesia masih terjaga. Menurutnya, tidak ada perubahan yang signifikan jika dibandingkan dengan penilaian pada periode tahun sebelumnya.

Berdasarkan data OJK, dari total 18 kriteria yang dinilai oleh MSCI, sebanyak 10 kriteria berhasil memperoleh penilaian “++” yang mengindikasikan kesesuaian dengan praktik terbaik di skala global. Sementara itu, enam kriteria lainnya mendapatkan penilaian “+”, dan dua kriteria sisanya masih mencatatkan penilaian “-“.

Hasan mengakui bahwa terdapat perubahan penilaian pada aspek information flow yang masuk dalam segmen infrastruktur pasar. Namun, pihaknya memandang hal tersebut sebagai bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan selaras dengan agenda reformasi pasar modal yang tengah dijalankan oleh otoritas.

Dalam keterangan resminya pada Jumat (20/6/2026), Hasan menegaskan bahwa OJK berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Bank Indonesia. Langkah ini dilakukan guna memastikan setiap upaya perbaikan tetap selaras dengan stabilitas sistem keuangan serta kebijakan makroprudensial nasional.

OJK juga mencatat adanya pengakuan dari MSCI terhadap sejumlah langkah perbaikan yang telah ditempuh Indonesia, terutama pada aspek liberalisasi pasar valuta asing, meskipun diakui masih memerlukan peningkatan lebih lanjut.

Menurut Hasan, berbagai reformasi yang dilakukan saat ini telah mendapatkan pengakuan dari pelaku pasar maupun penyedia indeks global. Upaya tersebut kini mulai menjadi salah satu pertimbangan krusial dalam pengambilan kebijakan investasi bagi para pemodal.

Ke depan, OJK berencana untuk terus memperkuat dialog dengan pihak MSCI, FTSE Russell, serta komunitas investor global. Hal ini bertujuan agar berbagai reformasi di pasar modal Indonesia dapat dipahami secara komprehensif oleh pelaku pasar internasional.

4a59202839c9d97c122903b37620ea47.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk masih mempertahankan target bisnis tahun 2026 meski Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) total 125 bps sejak awal tahun menjadi 5,75%. Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga Lusiana Saleh mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyesuaian internal menyusul kenaikan suku bunga acuan tersebut. Namun, dampaknya terhadap kinerja bank belum signifikan. Baca…

a1416c131a7b1b0db9ff437599c32139.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah volatilitas pasar saham yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, kinerja indeks saham-saham BUMN di bawah Danantara yakni IDX BUMN20 terlihat cukup tahan banting. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IDX BUMN20 memang terkoreksi 17,28% year to date (ytd) ke level 315,195 hingga Jumat (19/6). Namun, capaian ini masih lebih baik dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah anjlok 28,56% ytd…

ed7fb2734a2e56dae4483dced1a23116.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan sepekan dengan penguatan positif meski kenaikannya pada akhir pekan relatif terbatas. Berdasarkan data pasar, sepanjang pekan ini IHSG menguat 3,76% atau bertambah 223,82 poin hingga ditutup di level 6.177,14 pada Jumat (19/6/2026). Namun, pada perdagangan harian Jumat (19/6/2026), pergerakan indeks cenderung terbatas dengan kenaikan tipis sebesar 0,08%…

c955be533d9dbe1f7bef0bac7680f9da.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Gelaran Piala Dunia 2026 telah berlangsung selama sepekan. Beberapa emiten dalam negeri turut serta dalam penayangan ajang pemain sepak bola muda terbesar di dunia ini. Di mana, TVRI sebagai pemegang lisensi siaran Piala Dunia 2026 di Indonesia menjalin kemitraan dengan PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) untuk menyediakan layanan Over The Top (OTT). Adapun IRSX menyediakan layanan…

17fd9839a054cd65d40d05ca7ff0d49e.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Soechi Lines Tbk (SOCI) akan menerbitkan dan menawarkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Soechi Lines Tahap I Tahun 2026 dengan sisa imbalan ijarah sebanyak-banyaknya Rp 500 miliar. Sukuk Ijarah ini terdiri dari dua seri dengan jangka waktu masing-masing tiga dan lima tahun sejak tanggal emisi. Belum ada keterangan mengenai jumlah sisa imbalan dan besaran cicilan imbaran pada masing-masing seri tersebut. Masa penawaran…