Jakarta – PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga jual bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green terhitung sejak 10 Juni. Kebijakan ini menetapkan harga baru Pertamax 92 menjadi Rp 16.250 per liter, naik signifikan dibandingkan harga sebelumnya yang berada di level Rp 12.300 per liter.
Kenaikan harga ini berdampak langsung pada biaya operasional bulanan pemilik kendaraan, khususnya bagi segmen mobil keluarga Low Multi Purpose Vehicle (LMPV). Bagi para pengguna yang terbiasa mengisi tangki bahan bakar dalam kondisi kosong hingga penuh, penyesuaian tarif ini mengakibatkan lonjakan pengeluaran yang cukup drastis untuk setiap kunjungan ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Dampak kenaikan harga ini bervariasi tergantung pada kapasitas tangki bahan bakar masing-masing model kendaraan. Sebagai contoh, Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia yang memiliki kapasitas tangki 43 liter kini memerlukan biaya Rp 698.750 untuk pengisian penuh. Angka tersebut menunjukkan selisih kenaikan sebesar Rp 169.850 dibandingkan biaya pengisian dengan tarif lama yang hanya menghabiskan Rp 528.900.
Sementara itu, pemilik Mitsubishi Xpander dan Suzuki Ertiga harus menyiapkan dana lebih besar karena kedua model tersebut dibekali kapasitas tangki bahan bakar mencapai 45 liter. Saat harga Pertamax masih Rp 12.300 per liter, pengisian penuh hanya membutuhkan Rp 553.500. Dengan tarif baru Rp 16.250 per liter, pemilik kendaraan harus mengeluarkan dana sebesar Rp 731.250, atau terjadi penambahan beban biaya sebesar Rp 177.750.
Kondisi yang sedikit berbeda dirasakan oleh pemilik Hyundai Stargazer yang memiliki kapasitas tangki 40 liter. Untuk mencapai kondisi tangki penuh, pemilik kini harus merogoh kocek sebesar Rp 650.000. Jumlah ini lebih tinggi Rp 158.000 dibandingkan biaya sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 492.000.
Selain model-model tersebut, Wuling Confero yang memiliki kapasitas tangki 42 liter juga mengalami penyesuaian biaya operasional. Pengisian penuh bahan bakar untuk kendaraan ini kini memerlukan dana sebesar Rp 682.500, meningkat dari nominal sebelumnya sebesar Rp 516.600 dengan selisih kenaikan mencapai Rp 165.900.
Secara rinci, penyesuaian harga ini mengubah estimasi biaya pengisian penuh untuk kategori LMPV di Indonesia sebagai berikut:
Hyundai Stargazer dengan tangki 40 liter kini memerlukan biaya Rp 650.000, dari sebelumnya Rp 492.000. Wuling Confero dengan kapasitas 42 liter kini membutuhkan Rp 682.500, dibandingkan harga lama sebesar Rp 516.600.
Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia dengan kapasitas 43 liter mengalami kenaikan biaya pengisian penuh menjadi Rp 698.750 dari sebelumnya Rp 528.900. Terakhir, Suzuki Ertiga dan Mitsubishi Xpander dengan kapasitas 45 liter kini memerlukan biaya Rp 731.250, naik dari harga lama yang sebesar Rp 553.500.







