Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tengah melandai hanyalah fenomena jangka pendek. Ia optimistis pasar modal Indonesia akan kembali menguat seiring dengan terjaganya fundamental ekonomi nasional yang dinilai masih sangat solid.
Purbaya menyebutkan sejumlah indikator makroekonomi menjadi penopang utama keyakinan tersebut. Salah satunya adalah tingkat inflasi Mei 2026 yang terjaga di level 3,08 persen (yoy), atau masih berada dalam rentang target Bank Indonesia sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.
Selain inflasi, kekuatan daya beli masyarakat juga dinilai masih tangguh. Menurut Purbaya, hal ini tercermin dari tingginya aktivitas publik di sektor hiburan dan perhotelan, baik di Jakarta maupun berbagai daerah, yang menjadi sinyal bahwa permintaan domestik tetap stabil.
Kinerja sektor keuangan negara pun turut memperkuat optimisme pemerintah. Hingga akhir April 2026, realisasi penerimaan pajak tercatat mencapai Rp 646,3 triliun, tumbuh signifikan sebesar 16,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 556,9 triliun.
Meski demikian, pasar saham merespons lain pada perdagangan Rabu (3/6). IHSG ditutup melemah 254,36 poin atau 4,11 persen ke level 5.941,07. Begitu pula dengan indeks LQ45 yang terkoreksi 4,89 persen ke posisi 588,99.
Di sisi lain, Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menyoroti adanya kecemasan investor terhadap tata kelola dan kredibilitas kebijakan pemerintah. Menurutnya, pelaku pasar saat ini tengah mencermati sentimen negatif dari lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s dan Fitch Rating.
Liza menambahkan, tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp18.000 per dolar AS serta risiko penurunan daya beli kelas menengah turut membayangi pergerakan pasar. Selain itu, arus modal asing keluar (foreign outflow) dan tantangan komunikasi kebijakan pemerintah menjadi faktor yang memicu kewaspadaan investor global.
Purbaya memastikan pemerintah akan terus berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan sentimen pasar. Ia meminta investor untuk tidak terpengaruh oleh kekhawatiran jangka pendek karena pondasi ekonomi nasional diklaim tidak memiliki masalah fundamental yang berarti.







