Ecozone

Menkeu Optimistis Fondasi Ekonomi Kuat Dorong Penguatan IHSG Kembali

15
×

Menkeu Optimistis Fondasi Ekonomi Kuat Dorong Penguatan IHSG Kembali

Sebarkan artikel ini
e8829cd88388d7015265d6a5854ba8bc.jpg
e8829cd88388d7015265d6a5854ba8bc.jpg

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tengah melandai hanyalah fenomena jangka pendek. Ia optimistis pasar modal Indonesia akan kembali menguat seiring dengan terjaganya fundamental ekonomi nasional yang dinilai masih sangat solid.

Purbaya menyebutkan sejumlah indikator makroekonomi menjadi penopang utama keyakinan tersebut. Salah satunya adalah tingkat inflasi Mei 2026 yang terjaga di level 3,08 persen (yoy), atau masih berada dalam rentang target Bank Indonesia sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

Selain inflasi, kekuatan daya beli masyarakat juga dinilai masih tangguh. Menurut Purbaya, hal ini tercermin dari tingginya aktivitas publik di sektor hiburan dan perhotelan, baik di Jakarta maupun berbagai daerah, yang menjadi sinyal bahwa permintaan domestik tetap stabil.

Kinerja sektor keuangan negara pun turut memperkuat optimisme pemerintah. Hingga akhir April 2026, realisasi penerimaan pajak tercatat mencapai Rp 646,3 triliun, tumbuh signifikan sebesar 16,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 556,9 triliun.

Meski demikian, pasar saham merespons lain pada perdagangan Rabu (3/6). IHSG ditutup melemah 254,36 poin atau 4,11 persen ke level 5.941,07. Begitu pula dengan indeks LQ45 yang terkoreksi 4,89 persen ke posisi 588,99.

Di sisi lain, Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menyoroti adanya kecemasan investor terhadap tata kelola dan kredibilitas kebijakan pemerintah. Menurutnya, pelaku pasar saat ini tengah mencermati sentimen negatif dari lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s dan Fitch Rating.

Liza menambahkan, tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp18.000 per dolar AS serta risiko penurunan daya beli kelas menengah turut membayangi pergerakan pasar. Selain itu, arus modal asing keluar (foreign outflow) dan tantangan komunikasi kebijakan pemerintah menjadi faktor yang memicu kewaspadaan investor global.

Purbaya memastikan pemerintah akan terus berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan sentimen pasar. Ia meminta investor untuk tidak terpengaruh oleh kekhawatiran jangka pendek karena pondasi ekonomi nasional diklaim tidak memiliki masalah fundamental yang berarti.

d97c6d2c4bced7760e0723451e2537b2.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat adanya surat utang milik PT Indosat Tbk (ISAT) yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat. Surat utang yang dimaksud adalah Obligasi Berkelanjutan I tahap IV tahun 2016 seri E (peringkat idAAA) senilai Rp 201 miliar. Serta Sukuk Ijarah Berkelanjutan I tahap IV tahun 2016 seri D (peringkat idAAA(sy)) senilai Rp 54 miliar. Obligasi dan sukuk tersebut akan jatuh tempo pada 2…

0d44ff5c777acf31f3f0df876cc9f743.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk pada perdagangan hari kedua bulan Juni 2026 ini tertekan pelemahan rupiah dan sentimen negatif dalam dan luar negeri. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BE) IHSG melorot 4,11% atau terpangkas 254 poin ke level 5.941,06 pada penutupan perdagangan Rabu (3/6/2026). Sepanjang perdagangan hari ini IHSG bergerak di zona merah dengan level terendah 5.841 dan level tertinggi 6.213….

8dbbba5d7ef8f61b645cb91ce321a55b.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Masa penawaran SBN ritel sukuk tabungan seri ST016 resmi ditutup pada hari ini. SBN ritel yang ditawarkan pada 8 Mei – 3 Juni 2026 ini menarik minat investor karena mencatat pemesanan tertinggi dibanding SBN ritel yang telah ditawarkan pada tahun 2026. Direktur Pembiayaan Syariah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Deni Ridwan mengatakan, secara umum, minat masyarakat untuk…

0fe0d617d574580788026fd6c35a3ea3.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan mendekati level psikologis Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (3/6). Meningkatnya kekhawatiran inflasi domestik, menyempitnya surplus perdagangan, serta memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang membebani mata uang Garuda. Pada penutupan perdagangan Rabu (3/6/2026), nilai tukar rupiah di pasar spot terus tertekan. Berdasarkan…