Milan – AC Milan melakukan perombakan besar-besaran di jajaran manajemen dan tim teknis menyusul kegagalan total menembus empat besar klasemen Liga Italia musim 2025-2026. Dalam keputusan yang mengejutkan, Zlatan Ibrahimovic justru muncul sebagai sosok terkuat yang akan memegang kendali penuh atas klub berjuluk Rossoneri tersebut.
Keputusan drastis ini diambil manajemen hanya berselang kurang dari 24 jam setelah Milan kalah 1-2 dari Cagliari di pekan terakhir, Minggu (24/5/2026). Hasil pahit di kandang sendiri itu membuat tim asuhan Massimiliano Allegri harus puas finis di peringkat kelima dan gagal meraih tiket Liga Champions.
Pemilik klub resmi memutus kontrak empat pimpinan utama sekaligus, yakni CEO Giorgio Furlani, Direktur Olahraga Igli Tare, Pelatih Massimiliano Allegri, serta Direktur Teknik Geoffrey Moncada. Pihak klub menyatakan bahwa perubahan organisasi secara menyeluruh diperlukan setelah performa tim anjlok drastis di fase akhir musim.
“Kekalahan mengecewakan tadi malam mengubah musim ini menjadi sebuah kegagalan total. Waktunya untuk perubahan dan pengaturan ulang organisasi departemen olahraga klub,” tulis pernyataan resmi AC Milan.
Meski terjadi pembersihan massal di jajaran petinggi, Zlatan Ibrahimovic menjadi satu-satunya figur yang tidak tersentuh PHK. Mantan striker legendaris tersebut kini justru mendapatkan kewenangan yang lebih luas, terutama dalam memimpin sisi teknis klub dan urusan perekrutan pemain.
Jurnalis pakar transfer, Gianluca Di Marzio, mengungkapkan bahwa Ibrahimovic akan menjadi perwakilan utama dari pemilik klub, Gerry Cardinale. Ibrahimovic diprediksi menjadi individu dengan pengaruh paling besar dalam pengambilan keputusan strategis di Milan ke depannya.
Langkah perdana Ibrahimovic adalah menunjuk pengganti Massimiliano Allegri untuk menakhodai tim. Sejumlah nama pelatih seperti Andoni Iraola, Marco Silva, hingga Xavi Hernandez mulai dikaitkan dengan klub. Namun, Ibra dikabarkan lebih menginginkan mantan rekan setimnya, Mark van Bommel, untuk mengisi kursi pelatih.
Kendati demikian, penguatan peran Ibrahimovic ini tidak sepenuhnya disambut baik oleh suporter. Milanisti menganggap Ibra ikut bertanggung jawab atas kegagalan musim ini dan menilai kinerjanya sebagai petinggi klub sejauh ini belum terbukti secara nyata.
Gelombang protes mulai bermunculan melalui bentangan spanduk di sekitar stadion yang mendesak agar pria asal Swedia itu juga meninggalkan klub. Para pendukung menegaskan bahwa tidak boleh ada pihak yang dipertahankan setelah kegagalan memalukan musim ini.







