Ecozone

FTSE Russell Coret Empat Saham Indonesia, Potensi Arus Modal Asing Keluar

11
×

FTSE Russell Coret Empat Saham Indonesia, Potensi Arus Modal Asing Keluar

Sebarkan artikel ini
30e44676048e0b8d7c76b621ad5a8749.jpg
30e44676048e0b8d7c76b621ad5a8749.jpg

Jakarta – FTSE Russell resmi mendepak empat emiten Indonesia dari daftar indeks global dalam evaluasi kuartalan per Juni 2026. Keputusan ini dinilai berpotensi memicu arus modal keluar atau outflow bagi pasar saham domestik hingga tanggal efektif rebalancing pada 22 Juni 2026.

Empat perusahaan yang dikeluarkan adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA).

Penyebab dikeluarkannya emiten-emiten tersebut bervariasi. DSSA dicoret karena konsentrasi kepemilikan saham yang terlalu tinggi atau high shareholding concentration (HSC). Sementara DAAZ didepak lantaran gagal memenuhi ketentuan batas minimal saham beredar di publik atau free float.

Adapun HILL dan MLIA terdepak karena masuk dalam daftar pemantauan khusus otoritas bursa akibat indikasi aktivitas perdagangan yang tidak wajar.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, menyatakan bahwa keluarnya DSSA dari jajaran large cap menyebabkan bobot saham Indonesia dalam indeks pasar negara berkembang turun dari 0,88% menjadi 0,86%. Penurunan bobot ini diprediksi menekan pasar ekuitas nasional.

Total potensi arus modal keluar dari dana pasif (passive fund) diperkirakan mencapai US$ 297 juta atau sekitar Rp 5,2 triliun. Angka ini menambah tekanan bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sejak awal tahun hingga 23 Mei 2026 telah mencatatkan outflow senilai Rp 53 triliun.

Ratih menyarankan investor untuk lebih selektif dan menghindari saham-saham yang berada dalam pengawasan khusus, memiliki masalah free float, maupun yang baru saja dikeluarkan dari indeks global FTSE hingga periode rebalancing berakhir.

Investor disarankan fokus pada emiten dengan fundamental kuat dan dividen menarik sebagai strategi menghadapi ketidakpastian pasar. Beberapa saham yang direkomendasikan antara lain BBNI dengan target harga Rp 4.000, PTBA di level Rp 2.900, dan ADRO dengan strategi buy on weakness pada target harga Rp 2.500.

50a8aa329bda7eb681428bb6a0c7d0cb.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) mencatat pertumbuhan positif transaksi BI-FAST sepanjang empat bulan pertama 2026. Tren tersebut sejalan dengan pertumbuhan industri yang masih solid di tengah meningkatnya adopsi layanan digital perbankan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), volume transaksi ritel BI-FAST mencapai 1,89 miliar transaksi hingga April 2026 atau tumbuh 35% secara tahunan (year on year/YoY). Baca Juga:…

50a8aa329bda7eb681428bb6a0c7d0cb.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) masih mengkaji penyesuaian suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Presiden Direktur KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan, penyesuaian bunga kredit, khususnya untuk skema floating rate, akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi likuiditas dan biaya dana atau cost of…

a3cf670222d28bd25724ab7153b30cee.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Harga logam industri melanjutkan tren penguatan sejak awal tahun 2026. Kenaikan terjadi pada sejumlah komoditas utama seperti aluminium, timah, dan nikel, didorong kombinasi ketatnya pasokan global, kebijakan produksi negara produsen, hingga ekspektasi pelonggaran suku bunga dunia. Berdasarkan data Trading Economics per Jumat (22/5/2026), harga aluminium naik 0,35% secara harian menjadi US$ 3.650 per ton dan telah…

922265d1500f3a5e0f13f8968786dcbe.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan depan diproyeksikan akan kembali tertekan lantaran hasil kocok ulang FTSE Indonesia. Jumat (24/5/2026), IHSG ditutup di level 6.162,04 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG mengakumulasi penurunan 8,35% dalam sepekan. Jika ditarik lebih jauh lagi, penurunan IHSG sudah 18,48% dalam sebulan terakhir. Sejak awal tahun, penurunannya sudah 28,74%…