Jakarta – PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) mencatatkan pertumbuhan signifikan pada layanan BI-FAST sepanjang empat bulan pertama 2026. Performa positif ini melampaui rata-rata industri dengan mencatatkan lonjakan volume dan nilai transaksi hingga 40 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menyebutkan bahwa kenaikan ini dipicu oleh tingginya tingkat adopsi digitalisasi di kalangan nasabah ritel maupun korporasi. Nasabah semakin mengandalkan BI-FAST karena dinilai menawarkan keamanan, kecepatan, serta efisiensi biaya dibandingkan metode transfer konvensional.
Strategi perseroan untuk menggenjot transaksi digital diwujudkan melalui aplikasi mobile banking KBstar. KB Bank memberikan insentif berupa pembebasan biaya administrasi transaksi BI-FAST bagi nasabah ritel sebagai upaya meningkatkan penetrasi pengguna aktif dan memperkuat loyalitas nasabah dalam ekosistem digital perusahaan.
Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak kontribusi pendapatan berbasis komisi atau fee based income bagi perusahaan. Ke depan, KB Bank optimistis tren pertumbuhan positif akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026 seiring dengan langkah ekspansi perseroan ke segmen wholesale.
Guna mendukung target tersebut, KB Bank kini memperkuat kolaborasi dengan perusahaan fintech serta nasabah korporasi. Perseroan juga melakukan pembaruan kapabilitas Application Programming Interface (API) sesuai dengan standardisasi Standar Nasional Open API Pembayaran.
Penguatan infrastruktur API ini dilakukan agar integrasi layanan BI-FAST dapat berjalan secara real time dan memudahkan mitra korporasi terhubung dengan sistem KB Bank. Pembaruan dan standardisasi API ini kami proyeksikan akan menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak volume transaksi dan kinerja digital banking KB Bank secara keseluruhan sepanjang tahun ini, pungkas Kunardy.
Capaian KB Bank ini sejalan dengan tren industri perbankan nasional. Berdasarkan data Bank Indonesia, volume transaksi ritel BI-FAST secara nasional tercatat mencapai 1,89 miliar transaksi hingga April 2026, atau tumbuh 35 persen secara tahunan dengan total nilai transaksi mencapai Rp 4.738 triliun.







