Berita

Bekasi dan Karawang Awali Musim Kemarau di Jawa Barat

68
×

Bekasi dan Karawang Awali Musim Kemarau di Jawa Barat

Sebarkan artikel ini
848e0e35db8c2414a768c218be5579c8.jpg
848e0e35db8c2414a768c218be5579c8.jpg

Bandung – Sebagian besar wilayah Jawa Barat diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih panjang tahun ini dibandingkan kondisi normal. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau pemerintah daerah serta masyarakat untuk mulai bersiap menghadapi potensi kekeringan dan gangguan sektor pertanian.

Prakirawan cuaca Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat, Vivi Indhira Purnaningtyas, mengungkapkan bahwa tren awal musim kemarau di Jawa Barat tahun ini cenderung maju dari waktu normalnya. Berdasarkan pantauan dasarian pertama April 2026, wilayah Bekasi bagian utara dan Karawang bagian utara bahkan sudah memasuki fase kemarau sejak dasarian kedua Maret lalu.

BMKG memproyeksikan durasi musim kemarau di Jawa Barat akan berlangsung antara 100 hingga 300 hari. Sebanyak 66 persen wilayah diprediksi akan mengalami awal kemarau yang lebih cepat, sementara 93 persen wilayah diperkirakan mengalami kondisi yang lebih kering dari biasanya.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menambahkan bahwa 39 zona musim di Jawa Barat kini sedang dalam transisi menuju kemarau. Proses ini akan berlangsung bertahap mulai April hingga Juni dengan sifat hujan di bawah normal.

Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, menjelaskan bahwa fenomena kemarau tahun ini dipengaruhi oleh aktifnya El Nino yang diprediksi mulai terjadi pada akhir April atau awal Mei. Meskipun intensitas El Nino diperkirakan berada pada level lemah hingga moderat, kondisi ini akan memperpanjang dan memperkering durasi kemarau.

Puncak musim kemarau di Jawa Barat diprediksi terjadi pada Agustus mendatang, yang mencakup 90 persen wilayah. BMKG menekankan perlunya langkah antisipasi dini terhadap penurunan ketersediaan air bersih, gangguan irigasi, serta peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Wilayah Jawa Barat akan memasuki fase kemarau secara bertahap. Setelah Bekasi dan Karawang, wilayah seperti Subang bagian tengah dan Indramayu diprediksi mulai menyusul pada April. Selanjutnya, pada Mei hingga Juni, giliran wilayah Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, hingga Pangandaran yang akan memasuki musim kering.